Upah Minimum Ditangguhkan, Pemerintah Harus Bertanggungjawab

KBR68H, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak pemerintah bertanggungjawab atas penangguhan upah minimum.

NASIONAL

Jumat, 05 Apr 2013 08:12 WIB

Author

Guruh Dwi Riyanto

Upah Minimum Ditangguhkan, Pemerintah Harus Bertanggungjawab

upah minimum

KBR68H, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mendesak pemerintah bertanggungjawab atas penangguhan upah minimum. Ini karena pemerintah telah mengabulkan 600 permohonan penangguhan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2013.

Sekretaris Jenderal KSPI Muhammad Rusdi mengatakan, pemerintah mesti memberi subsidi kepada buruh agar tetap menerima upah minimum setiap bulannya.

"Mengiyakan atau membenarkan penangguhan, upah buruh yang seharusnya 2.2 tapi masih 1.5 juta, pemerintah harus memberikan subsidi. Jangan buruh dibiarkan selama 12 bulan. Ini nanti kemiskinan. Segala sesuatunya ini pemerintah kurang perhatian. Asosiasi Pengusaha Indonesia tidak diperhatikan seperti permasalahan logistik yang mahal dan pungutan liar. Inilah ke depan akan kita usulkan supaya buruh jangan jadi korban terus dari berbagai regulasi yang ada. " kata  Muhammad Rusdi di Jakarta.

Hingga kini, Majelis Pekerja Buruh Indonesia tengah memperkarakan penangguhan upah minimum ratusan perusahaan di berbagai provinsi. Karena persetujuannya itu, pemerintahan provinsi digugat gabungan tiga konfederasi buruh di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten. Pekan depan, puluhan ribu buruh berencana berunjukrasa ke Jakarta, memprotes penangguhan upah itu.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN