covid-19

Fitra Telusuri Dugaan Penyelewengan Dana Samsat dan Jasa Raharja

Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) akan menelusuri dana yang berasal dari Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) dan Jasa Raharja. Dana itu diduga ada yang mengalir ke petinggi Kepolisian sebesar hampir Rp 7 miliar.

NASIONAL

Senin, 01 Apr 2013 14:23 WIB

Author

novri Lifinus

Fitra Telusuri Dugaan Penyelewengan Dana Samsat dan Jasa Raharja

fitra, samsat, jasa raharja, penyelewengan

KBR68H, Jakarta - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) akan menelusuri dana yang berasal dari Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) dan Jasa Raharja. Dana itu diduga ada yang mengalir ke petinggi Kepolisian sebesar hampir Rp 7 miliar.

Menurut Koordinator Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Muhammad Maulana, dana tersebut merupakan dana yang pengelolaan dan penggunaannya dicatat sendiri oleh Polri. Selain itu, kata dia, tidak ada bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan terkait penggunaan dana tersebut. Maulana mengklaim, temuan Fitra berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Di sini misalnya kegaiatan itu untuk open house Kapolri sebesar Rp 264 juta. Ada kegiatan operasi Kapolri dan Wakapolri itu sebesar Rp 1,9 M, itu sumbernya dari dana Samsat. Ada juga misalnya untuk insentif tahunan untuk mantan Kapolri, Wakapolri, penasehat ahli Kapolri, yang jumlahnya juga besar, 947 juta," ujarnya di program Sarapan Pagi.

Koordinator Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Muhammad Maulana menambahkan, pihaknya akan menyurati Kepolisian untuk meminta penjelasan soal ini. Sebelumnya, Fitra menemukan ada penerimaan dana mencapai Rp 97 miliar di tubuh Kepolisian. Menurut mereka, dana-dana ini tidak jelas peruntukannya yang berasal dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Siapkan Pembelajaran Tatap Muka Digelar?

Kabar Baru Jam 8

Wisata Sehat di Tengah Pandemi

Desa Wisata Tak Kehilangan Pesona