Bagikan:

Wapres: Sektor Unggulan Halal Topang 25 Persen Perekonomian Nasional

"Potensi besarnya harus dapat kita manfaatkan sebagai daya ungkit perekonomian, seperti populasi dan demand, serta halal lifestyle"

NASIONAL

Selasa, 29 Mar 2022 13:10 WIB

Author

Ranu Arasyki

Pengunjung melihat fesyen bersertifikasi halal di pameran Malang Islamic Movement, Mall Dinoyo City

Pengunjung melihat fesyen bersertifikasi halal di pameran Malang Islamic Movement, Mall Dinoyo City Malang, Jatim. Kamis (21/12/21). (Foto: Antara/AriBowo Suci)

KBR, Jakarta— Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengajak para pengusaha muda untuk memanfaatkan sektor unggulan dan keuangan syariah. Menurutnya, sektor keuangan syariah tidak hanya bertahan, bahkan mampu menyangga ekonomi Indonesia selama masa pandemi Covid-19.

"Ekonomi dan keuangan syariah yang kita harus utamakan dalam perekonomian nasional tidak luput dari konteks tantangan Global. Potensi besarnya harus dapat kita manfaatkan sebagai daya ungkit perekonomian, seperti populasi dan demand, serta halal lifestyle yang semakin membumi di Indonesia maupun juga di berbagai belahan dunia," ujarnya dalam acara Pembukaan Gerakan HIPMI SyariahPreneur Indonesia oleh Wapres, Selasa (29/3/2022).

Baca Juga:
Gairahkan UMKM Produk Halal dan Pelaku Ekonomi Syariah, Muslim LifeFair 2022 Resmi Dibuka
Dorong Pengembangan UMKM, Wapres Minta Salurkan Donasi Lewat Bank Wakaf Mikro

Ma'ruf menilai, secara keseluruhan pangsa sektor unggulan halal menopang 25 persen lebih dari ekonomi nasional pada 2021.

Peringkat pertama dari sektor itu yaitu pertanian dengan kontribusi mencapai 51 persen. Diikuti sektor makanan halal sekitar 27 persen, pariwisata ramah muslim sebesar 16 persen, dan fesyen muslim yang mencapai hampir 6 persen.

"Komponen penggerak terakhir adalah para pengusaha muda yang berdaya juang tinggi, dari HIPMI dan aktif mendorong ekonomi Indonesia kembali bangkit. Kuncinya terletak pada kemauan dan kejelian untuk mengubah berbagai tantangan yang ada menjadi peluang-peluang baru," paparnya.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending