Bagikan:

Transisi Normal, Pemerintah Izinkan Liga 1 Dihadiri Penonton

"Seluruh kegiatan kompetisi olah raga dapat menerima penonton dengan syarat sudah melakukan vaksinasi booster, dan menggunakan Pedulilindungi,"

NASIONAL

Selasa, 08 Mar 2022 08:14 WIB

Author

Muthia Kusuma

Transisi  Normal, Pemerintah Izinkan Liga 1 Dihadiri Penonton

Edukasi prokes saat Operasi Keselamatan Krakatau 2022 di Bandar Lampung, Lampung, Senin (7/3/22). (Antara/Ardiansyah)

KBR, Jakarta- Pemerintah mulai mengizinkan pertandingan Liga I kembali dihadiri penonton di stadion. Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pelonggaran itu didasari oleh membaiknya penanganan pandemi COVID-19 yang diklaim memasuki transisi menuju aktivitas normal. 

Luhut yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi itu menyebut, kehadiran penonton juga dibolehkan pada pertandingan olah raga lainnya.

"Seluruh kegiatan kompetisi olah raga dapat menerima penonton dengan syarat sudah melakukan vaksinasi booster, dan menggunakan Pedulilindungi, dengan kapasitas masing-masing sebagai berikut. Level 4, 25 persen. Level 3, 50 persen. Level 2, 75 persen dan level 1, 100 persen," ucap Luhut saat konferensi pers evaluasi PPKM, Senin  (7/3/2022).

Baca juga:


Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan, pemerintah juga membuka peluang diturunkannya level PPKM di Bali, dari level 3 menjadi level 2. Bali merupakan daerah penyelenggara seri keempat kompetisi Liga 1, tepatnya di tiga stadion, yakni Stadion Kompyang Sujana, Denpasar, Stadion Kapten I Wayan Dipta, dan Stadion Ngurah Rai.

Saat ini, liga 1 sudah memasuki pekan ke-29 dengan tanpa kehadiran penonton di stadion. Artinya ada lima pekan lagi menuju akhir musim. Adapun puncak klasemen sementara masih ditempati oleh Bali United dengan nilai 63 poin.

 

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 7

Antisipasi Bencana Alam di Akhir Tahun

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 11

Most Popular / Trending