Bagikan:

Stok CPO Sampai 570 Juta Ton, Mendag: Harusnya Tiap WNI Bisa Dapat 2 Liter Minyak Goreng

"Kalau rakyat Indonesia jumlahnya 270 juta, kasarnya, hari ini dalam 24 hari terakhir kita dapat untuk satu orang 2 liter minyak goreng. Tetapi di market barangnya tidak ada."

NASIONAL

Kamis, 10 Mar 2022 12:26 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Petugas dari Dinas Perindusrian Perdagangan Koperasi dan UKM di Rembang, Jateng memantau

Ilustrasi: Petugas dari Dinas Perindusrian Perdagangan Koperasi dan UKM di Rembang, Jateng memantau distribusi minyak goreng. Selasa (1/3/22). (Foto: Musyafa)

KBR, Jakarta— Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengungkapkan, pasokan minyak goreng semestinya sudah dapat mencukupi kebutuhan masyarakat sejak kewajiban pemenuhan pasar dalam negeri (domestic market obligation/DMO) CPO diberlakukan pada 27 Februari lalu.

Berdasarkan perhitungan Lutfi, setelah 24 hari kebijakan DMO itu dijalankan, negara sudah mendapat pasokan sebanyak 570.000 ton crude palm oil (CPO) yang bisa dibagikan ke masyarakat.

"Kalau rakyat Indonesia jumlahnya 270 juta, kasarnya, hari ini dalam 24 hari terakhir kita dapat untuk satu orang 2 liter minyak goreng. Tetapi di market barangnya tidak ada. Dan ketika kita harus turun ke bawah melihat sistem distribusi kita karena hilangnya ini karena di distribusi-distribusi. Ini bukan pekerjaan yang mudah," kata Lutfi dalam acara Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2022, Kamis (10/3/2022).

Baca Juga:


Saat ini, kata Lutfi, perbandingan harga CPO antara luar negeri dan dalam negeri masih terpaut cukup jauh. Dia menyebut, jika mengikuti harga kelapa sawit di pasar global, maka minyak goreng seharusnya dibanderol hingga Rp23.000 per liter.

"Harga di dalam negeri juga ikut naik menjadi hampir Rp16.000, tetapi harga minyak goreng, baik curah maupun kemasan sudah menunjukkan grafik yang turun. Ini bagian yang harus kita selesaikan. Dan ini kita melhat beberapa tren komoditas Indonesia menjadi incaran di luar negeri," sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, dia menegaskan, Indonesia harus mampu menjadi bagian dari pilar perekonomian dunia dan menentukan harga perdagangan sejumlah komoditas di pasar global.

"Pengalaman dari pada CPO dalam tiga minggu terakhir ini menunjukkan ketika Indonesia kompak ingin mengendorkan harga turun. Ketika saya umumnkan DMO naik 30 persen, harga CPO itu di-suspend dua kali di stock exchange. Kenapa? Karena naik 10 persen di-suspend. Naik 10 persen lagi di-suspend. Jadi, ini menunjukkan bahwa kita bisa mendikte dunia dan barang-barang ini bukan hanya kelapa sawit di masa kini, tapi nikel di masa mendatang," tegasnya.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending