Bagikan:

Rusia-Ukraina Masih Memanas, Kemenkeu Waspadai Dampak Rambatan Hambatan Ekonomi Global

"Dan pemerintah melihat hal ini sangat serius. Kita akan perhatikan dampak langsung dari eskalasi tensi politik Rusia dan Ukraina adalah kita lihat peningkatan tajam dari harga komoditas, "

NASIONAL

Senin, 21 Mar 2022 12:49 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Pekerja mengumpulkan telur ayam ras di [eternakan Aceh Besar. Selasa, (11/2/22). (Foto: A

Ilustrasi: Pekerja mengumpulkan telur ayam ras di [eternakan Aceh Besar. Selasa, (11/2/22). (Foto: Antara/Syifa Yulinnas)

KBR, Jakarta— Eskalasi geopolitik yang masih terjadi antara Rusia dan Ukraina dan percepatan moneter di Amerika Serikat diprediksi akan menimbulkan dampak rambatan (spill over effect) terhadap perekonomian Indonesia.

Wakil Menteri Keuangan (Kemenkeu) Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah saat ini mulai serius mewaspadai pengaruh rentetan dari tensi politik yang terjadi di tingkat global itu.

"Dan pemerintah melihat hal ini sangat serius. Kita akan perhatikan dampak langsung dari eskalasi tensi politik Rusia dan Ukraina adalah kita lihat peningkatan tajam dari harga komoditas, khususnya harga energi dan harga komoditas pangan. Batu bara naik, CPO (crude palm oil) naik, dan kita lihat nikel juga meningkat sangat cepat," kata Suahasil Nazara pada acara Economy & Political Outlook 2022, secara daring, Senin (21/3/2022).

Baca Juga:

Ketegangan konflik dan kebijakan moneter AS, menurut Suahasil,  akan menyebabkan terjadinya volatilitas di pasar keuangan global. 

Apalagi, di beberapa negara, termasuk AS inflasinya mencapai tingkat yang cukup tinggi. Bahkan tertinggi dalam 40 tahun terakhir. Meski beberapa hari terakhir terjadi penurunan harga, namun, dia menegaskan pihaknya akan tetap waspadai adanya tekanan pasar keuangan global.

"Ini semua bisa terjadi downside risk bagi prospek pertumbuhan global, yang nantinya harus kita antisipasi ke dalam Indonesia. Seperti apa yang akan masuk ke Indonesia. Kami di pemerintah dan kebijakan sektor keuangan dan fiskal mewaspadai dampak rambatan tersebut terhadap kondisi ekonomi indonesia," sambungnya.

Pada 2022, sektor keuangan global juga diperkirakan akan mewarnai pasar domestik. Sentimen volatilitas harga global itu akan turut berdampak pada pasar modal dan pasar obligasi, termasuk di pasar obligasi pemerintah.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Catatan untuk TNI

Most Popular / Trending