Bagikan:

Perubahan Iklim, Jokowi: Butuh Aksi Nyata

"Kalau ini tidak riil dilakukan, sampai kapanpun saya pesimistis bahwa yang namanya perubahan iklim ini betul-betul tidak bisa kita cegah,"

NASIONAL

Senin, 21 Mar 2022 09:13 WIB

PLTA Poso, Sulteng. (Setpres)

Ilustrasi: Aksi pameran seni jalanan perubahan iklim di kawasan Dukuh Atas, Jakarta, Sabtu (26/2/2022). (Antara/Aprillio Akbar)

KBR, Jakarta— Presiden Joko Widodo menyebut perubahan iklim dunia tidak bisa dicegah jika tidak disertai aksi nyata. Itu disampaikan Jokowi saat membuka Sidang Majelis Uni Antarparlemen ke-144 di Bali.

Jokowi mengatakan, isu perubahan iklim kerap dibahas di pertemuan global, namun tidak ada aksi nyata di lapangan. Kata dia, dampak buruk perubahan iklim akan terjadi jika tidak ada mobilisasi kebijakan di tiap negara.

"Sehingga yang perlu dibicarakan dan dimobilisasi adalah pendanaan iklim, ini harus segera kita selesaikan. Yang kedua, investasi dalam rangka renewable energy. Kemudian yang ketiga berkaitan dengan transfer teknologi. Kalau ini tidak riil dilakukan, sampai kapanpun saya pesimistis bahwa yang namanya perubahan iklim ini betul-betul tidak bisa kita cegah," kata Jokowi saat membuka Sidang The 144 Assembly of the IPU and Related Meetings di Bali, Minggu (20/3/2022).

Presiden Jokowi menambahkan, potensi energi terbarukan sebetulnya cukup melimpah. Namun potensi itu sulit dikembangkan, utamanya bagi negara-negara berkembang.

"Saya berikan contoh saja transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan. Dari energi batu tapi dalam praktiknya itu sesuatu yang sulit di lapangan. Utamanya bagi negara-negara berkembang," ujarnya.

Baca Juga:
Dorong Ekonomi Hijau, OJK Beri Insentif untuk Kredit Kendaraan Listrik
Luhut Tuntut Komitmen Negara Maju Danai Transisi Energi di Indonesia

Presiden mengajak kalangan parlemen di dunia untuk mendorong mobilisasi kebijakan pencegahan perubahan iklim di negaranya masing-masing. Sehingga bisa muncul aksi nyata di lapangan.

"Saya sangat menghargai apabila seluruh parlemen yang ada di negara-negara anggota IPU bisa memobilisasi bersama pemerintah sehingga muncul sebuah keputusan, muncul sebuah aksi yang betul-betul nyata dan konkret sehingga bisa dilaksanakan di lapangan," pungkasnya.

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Lampu Hijau untuk Ganja Medis?