Bagikan:

Pertamina Mandalika: Tak Semua Orang Tua Restui Anaknya Jadi Pembalap

Pola pikir dan peranan orang tua di dalam mendukung pengembangan bakat anak merupakan faktor pendukung yang tidak bisa dilepaskan.

NASIONAL | OLAHRAGA

Jumat, 18 Mar 2022 18:14 WIB

Restui Anaknya Jadi Pembalap

Pebalap anak umur di bawah 12 tahun saat mengikuti kejuaraan balap motor Bhayangkara On Road di Madiun, Jawa Timur (23/6/2019). (Foto: ANTARA FOTO/Siswowidodo)

KBR, Jakarta - Indonesia diharapkan bisa melahirkan pembalap kelas dunia, dengan menciptakan pola pembinaan usia dini secara terstruktur. Direktur Komunikasi Strategik dan Pengembangan Bisnis Pertamina Mandalika Racing Team Indonesia, Charles Bonar Sirait mengatakan, pola pembinaan yang tepat diharapkan bisa membentuk pembalap yang handal.

"Masalahnya kompleks banget, kita sekarang baru punya Sirkuit (Mandalika), ayo kita benahi sama-sama bagaimana caranya melahirkan pembalap Indonesia yang suatu saat mudah-mudahan bukan hanya di Moto3 tapi langsung di MotoGP. Jadi harus dari sekarang, umur 7 sampai 8 tahun anak-anak diperkenalkan dengan olahraga motor kecil. Kalau ada yang umurnya 16 atau 20 tahun gimana, ya kita doakan tapi kalau bisa dari dini karena dari kecil ini sudah harus didoktrin kompetisi-kompetisi," ujar Direktur Komunikasi Strategik dan Pengembangan Bisnis Pertamina Mandalika Racing Team Indonesia, Charles Bonar Sirait kepada KBR, Jumat (18/3/2022).

Charles mengatakan, pola pembinaan pembalap juga harus dibarengi dengan dukungan dari orang tua. Menurutnya, pola pikir dan peranan orang tua di dalam mendukung pengembangan bakat anak merupakan faktor pendukung yang tidak bisa dilepaskan.

"Di Indonesia ini, terus-terang tidak semuanya (orang tua) bisa merestui anak-anaknya masuk ke olahraga balap motor ini. Karena risikonya kan jatuh dan cidera, berikutnya yakni biaya. Orang Indonesia juga paradigmanya berpikir bahwa olahragawan itu adalah mereka yang tidak laku di sekolah. Ini harus kita ubah mindset-nya," tuturnya.

Charles menambahkan talenta-talenta pembalap terbaik di Indonesia harus terus dicari dan diasah dari segala aspek. Pola pembinaan pembalap yang tepat niscaya akan membuahkan hasil yang sesuai dengan ekspektasi bangsa.

"Di situ (MotoGP) sudah ada pihak yang mengatur, namanya Dorna Sport. Jadi semuanya tidak bisa kita mengarang sendiri, bikin pelatihan sendiri, menyeleksi pembalap sendiri. Jadi kita harus belajar berkaca pada syarat dan ketentuan yang mereka atur. Tinggi pembalap berapa, mulai umur berapa membalap, sebelum masuk ke Moto3 masuk dimana dulu, jadi dipantau dari kecil," jelasnya.

Baca juga:


- Pemerhati MotoGP: Pemerintah Harus Carikan Sponsor untuk Pembalap Nasional

- Teten: MotoGP Mandalika, Peluang UMKM Raup Cuan Puluhan Miliar

Pertamina Mandalika SAG Racing Team Indonesia sendiri berlaga di kelas Moto2, dengan pembalapnya yakni Bo Bensnyder dan Gabriel Rodrigo. Sementara, pembalap asal Indonesia Mario Suryo Aji, akan turun berlaga di kelas Moto3 bersama Honda Team Asia dalam gelaran balap di Sirkuit Mandalika, NTB (18-20 Maret 2022) ini.

Editor:
Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Season 5 - Eps. 8 Chico