Bagikan:

Pemprov Kaltim Tolak Usulan Masyarakat Urunan Danai Proyek IKN

"Mau beli minyak goreng saja susah masa mau bangun IKN."

NASIONAL

Kamis, 31 Mar 2022 09:58 WIB

IKN

Mobil melintas dekat jalur lintasan satwa di kawasan Ibu Kota Negara IKN Nusantara di Kutai Kartanegara, Kaltim, Senin (14/3/2022). (Foto: Hafidz Mubarak)

KBR, Balikpapan – Wacana pemerintah pusat menghimpun dana masyarakat (crowdfunding) untuk membangun sejumlah proyek di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara mendapat penolakkan dari Wakil Gubernur Kalimantan Timur Hadi Mulyadi.

Hadi juga menolak jika harus menghimpun dana dari masyarakat Kalimantan atau Kalimantan Timur.

Menurutnya, kondisi masyarakat saat ini masih susah sebab ekonomi belum sepenuhnya pulih karena pandemi covid-19.

Hadi menyinggung masyarakat saat ini yang masih kesulitan mendapatkan minyak goreng karena harganya melonjak diatas 100 persen.

Menurutnya, pembiyaan proyek IKN sepenuhnya menjadi tanggungjawab Pemerintah Pusat termasuk jika ada kekurangan anggaran.

"Setahu saya Pemerintah Pusat yang membiayai. Mungkin kalau ada yang kurang-kurang tetap urusan Pemerintah Pusat. Masyarakat kan sudah terbatas dananya. Bukan masyarakat yang dimaksud itu para pengusaha besar. Masyarakat Kaltim nggak mungkinlah membiayai," kata Hadi Mulyadi, Rabu (30/3/2022).

Baca juga:


Meski begitu, Hadi mengatakan bisa saja urunan dana atau crowdfunding menyasar pengusaha. Menurut Hadi Mulyadi, di Kalimantan banyak pengusaha seperti pengusaha tambang batu bara.

Hadi mengatakan saat ini sebanya 30 perusahaan tambang batubara dengan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubarac (PKP2B) cukup banyak sehingga diharapkan bisa membantu.

"Kan disini banyak perusahaan besar. PKP2B saja ada 30. Perusahaan-perusahaan besar itu yang kita harap bantu IKN. Yang dimaksud masyarakat ini pengusaha bukan masyarakat kecil. Mau beli minyak goreng saja susah masa mau bangun IKN,” ujar Hadi Mulyadi.

Sebelumnya Pemerintah Pusat berencana akan menghimpun dana masyarakat atau sistem crowdfunding untuk membangun sejumlah proyek Ibu Kota Negara (IKN) Niusantara.

Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono menyampaikan masyarakat dapat turut berkontribusi mewujudkan pembangunan IKN melalui urunan atau crowdfunding.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia