Bagikan:

Pemerintah Ajak Warga Waspadai Dampak Omicron Siluman

Pemerintah akan lebih berhati-hati dalam upaya menurunkan kasus Covid-19.

NASIONAL | NUSANTARA

Senin, 07 Mar 2022 13:57 WIB

Author

Muthia Kusuma

Waspadai Dampak Omicron Siluman

Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat di Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi . (Foto: fkui.ac.id)

KBR, Jakarta - Kementerian Kesehatan menyebut Covid-19 varian Omicron BA.2 berpotensi meningkatkan kasus hingga lebih dua kali lipat dari saat ini. Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat di Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menegaskan, pemerintah akan lebih berhati-hati dalam upaya menurunkan kasus Covid-19.

"Lebih pada peningkatan kasus kembali ya. Jadi kalau misalnya, negara yang sudah ada tren penurunan ya seperti kita ini, kan kita sudah lihat tren penurunan sudah mulai terjadi. Tapi kalau kemudian BA.2 ini mulai mendominasi, yang tadinya upaya kita menekan penularan tadi bisa kemudian menyebabkan kasus itu kembali melonjak. Artinya kita harus tetap waspada, bahwa varian BA.2 ini bisa memberikan pola yang berbeda," ujar Siti Nadia kepada KBR, Minggu, (6/3/2022).

Ia juga menjelaskan, varian yang juga dikenal sebagai Omicron Siluman itu, bisa meningkatkan penularan virus meski kasus varian sebelumnya masih mendominasi.

Pemerintah, katanya, akan mengantisipasi dengan memperkuat tes whole genome sequencing (WGS). Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat capaian vaksinasi booster untuk menambah imunitas.

Siti Nadia menyebut, sudah ada 335 kasus Omicron Siluman di Indonesia. Kata dia, masuknya varian ini ke Indonesia belum menjadi pertimbangan pemerintah untuk menyetop kebijakan bebas karantina turis asing di Bali. Kebijakan itu mulai diterapkan 14 Maret 2022 nanti.

Baca juga:

- DPR Pertanyakan Penghapusan Karantina bagi Turis Asing

- Pangkas Masa Karantina, Luhut: Lebih Siap Menghadapi Omicron

Alumni FKUI tahun 1996 ini juga mengatakan, kebijakan itu diputuskan dengan pertimbangan berbagai aspek. Mulai dari jumlah kasus yang mulai menurun, cakupan vaksinasi, hingga adanya aturan ketat bagi para pelancong.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih