Bagikan:

Mudik Lebaran 2022, 21 Juta Orang Diprediksi Masuk Jateng

Dishub Jateng telah menyiapkan sejumlah skenario mengantisipasi kepadatan kendaraan saat mudik.

NASIONAL

Selasa, 29 Mar 2022 14:55 WIB

Author

Anindya Putri

Mudik Lebaran 2022, 21 Juta Orang Diprediksi Masuk Jateng

Kendaraan pemudik memadati jalur menuju Gerbang Tol Cikopo-Palimanan, (21/6/2017). (Antara-Dedhez)

KBR, Semarang - Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah memprediksi sebanyak 21,3 juta orang akan masuk ke Jawa Tengah pada mudik Lebaran tahun ini.

Kepala Dinas Perhubungan Jateng Henggar Budi memperkirakan, jumlah pemudik akan melonjak dibanding sebelum pandemi Covid-19.

"Prediksinya pemudik yang akan masuk Jateng itu ada 21,3 juta orang. Memang sangat tinggi. Dari angka itu 18,7 persen itu pakai sepeda motor dan mobil pribadi itu 26,8 persen. Pakai bus angkutan umum 16,3 persen, pesawat 12,1 persen, dan sisanya kapal," ungkap Henggar kepada KBR di Semarang, Selasa (29/03/22).

Baca juga: Idulfitri 2022, Jokowi Izinkan Mudik dan Tarawih Berjemaah

Henggar menjelaskan, Dishub Jateng telah menyiapkan sejumlah skenario mengantisipasi kepadatan kendaraan saat mudik. Dishub membuka opsi menerapkan sistem one way atau satu arah apabila terjadi kemacetan.

"Karena paling banyak yang diprediksi kendaraan pribadi, one way kan dilakukan sebagai antisipasi dari arah Jakarta," jelasnya.

Henggar mengatakan, tengah berkoordinasi dengan dinas terkait mengenai pos penjagaan di perbatasan antarprovinsi. Dia menegaskan tidak akan ada penyekatan.

"Tidak ada penyekatan, tapi akan ada penjaga di perbatasan provinsi," katanya.

Syarat Booster

Ia menambahkan, syarat vaksinasi booster bagi pemudik merupakan kebijakan yang positif. Dengan begitu, petugas di lapangan bisa mengawasi aktivitas para pemudik sekaligus melihat efektivitas vaksinasi booster yang dilakukan tiap daerah.

"Kita tinggal menunggu petunjuk teknisnya (juknis) aja dari Kemenhub. Tapi itu suatu langkah yang bagus. Minimal kita bisa mendukung upaya percepatan vaksinasi Covid-19," imbuhnya.

Masyarakat yang belum vaksinasi dosis ketiga atau booster harus menyertakan bukti tes Covid-19 jika ingin mudik. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, akan menyiagakan petugas di sejumlah titik jalur mudik untuk pengecekan.

Baca juga: Pesan Penting Satgas COVID-19 bagi Umat Islam di Indonesia Jelang Ramadan

"Kalau yang booster-nya lengkap, itu enggak usah tes. Jadi memudahkan agar nanti perjalanan mudiknya juga bisa baik. Tapi kalau yang belum booster, kalau dia baru vaksinasinya dua kali, harus tes antigen. Tapi kalau dia baru satu kali vaksinasi, dia harusnya tesnya PCR," kata Menkes dalam konferensi pers, Rabu (23/3/2022).

Kata Budi, pemerintah juga akan menyediakan fasilitas vaksinasi di titik-titik jalur mudik. Opsi itu dibuka bagi masyarakat yang ingin melakukan vaksinasi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo membolehkan masyarakat yang ingin melakukan kegiatan mudik pada Idulfitri tahun ini.

Editor: Wahyu S.

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?