Bagikan:

Luhut Sebut Indonesia Bakal Miliki Industri Petrokimia Terbesar di Dunia

"itu investasinya kira-kira US$132 miliar untuk sampai nanti tahun 2029. Jadi angka yang sangat besar dan kita akan memiliki the largest petrochemical di dunia."

NASIONAL

Kamis, 17 Mar 2022 14:49 WIB

Author

Ranu Arasyki

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah berbicara pada acara Grand Launching Proyek Investasi Be

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah berbicara pada acara Grand Launching Proyek Investasi Berkelanjutan. Kamis (17/3/2022). (Foto: BKPM_

KBR, Jakarta— Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, Indonesia akan memiliki industri petrokimia terbesar di dunia dengan dibangunnya proyek kawasan industri hijau di Kalimantan Utara (Kaltara). 

Proyek ini diyakini menurut dia dapat mencetak pendapatan hingga US$67 miliar atau setara Rp958 triliun (kurs Rp14.298).

"Kalau kita lihat itu sekarang di kawasan industri hijau yang di Kaltara itu, itu investasinya kira-kira US$132 miliar untuk sampai nanti tahun 2029. Jadi angka yang sangat besar dan kita akan memiliki the largest petrochemical di dunia. Jadi itu dengan investasi US$56 miliar dan itu akan membuat outcome-nya US$67 miliar dolar. Sehingga, apapun nanti yang kita kita butuhkan dalam produksi ini semua kita punya," ujar Luhut dalam acara Grand Launching Proyek Investasi Berkelanjutan, Kamis (17/3/2022).

Investasi proyek ini menurut luhut menjadi bagian dari realisasi energi baru terbarukan. 

Saat ini, katanya, pembangunan proyek kawasan industri hijau bernama Green Integrated Industrial Park itu tengah berjalan pada lahan seluas 30.000 hektare.

Pengembangan proyek petrokimia di kawasan industri hijau ini dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan impor terhadap sejumlah bahan baku kebutuhan industri dan masyarakat.

Baca Juga:

"Dulu kita terlalu impor semua raw material dan itu kita alami pelajari waktu kita Covid-19, di mana waktu India di-lockdown. Kita paracetamol saja tidak punya. Sekarang akibat itu kita sudah punya. Jadi kita mengurangi impor kita per hari ini. Saya kira sudah hampir lebih 40 persen ," sambungnya.

Selain itu, sejalan dengan pemenuhan pasokan bahan baku domestik, katanya, pemerintah berjanji akan menggenjot dan mengutamakan belanja produk-produk dalam negeri. 

Langkah awalnya, pada 24 Maret mendatang Presiden Joko Widodo akan meluncurkan platform e-katalog. 

Aplikasi belanja online ini dikembangkan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Bahkan, dia menyebut

"Kita terus lanjutkan dengan e-katalog yang akan diluncurkan oleh Presiden nanti tanggal 24, di mana semua governance procurement itu yang jumlahnya Rp1.127 triliun. Bertahap kita mulai gunakan untuk membeli produk-produk dalam negeri, yaitu Rp400 triliun. Yang itu punya dampaknya pada pertumbuhan ekonomi kita, dari BPS menghitung 1,71 persen," paparnya

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih