Bagikan:

KSP: Harga Minyak Melambung, Sulit Tidak Menaikkan Harga BBM Nonsubsidi

Harga BBM nonsubsidi kemungkinan bakal terus naik jika harga minyak dunia terus melambung.

NASIONAL

Senin, 07 Mar 2022 17:04 WIB

BBM nonsubsidi naik

Ilustrasi Terminal BBM Pertamina Marketing Operation Region VI di Balikpapan, Kalimantan Timur. Foto: ANTARA

KBR, Jakarta- Pemerintah mengakui sulit menahan naiknya harga BBM nonsubsidi di tengah melambungnya harga minyak dunia. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono beralasan, harga BBM di tanah air sangat bergantung pada mekanisme harga minyak internasional.

Saat ini harga minyak dunia sudah menembus 110 USD per barel. Salah satu faktor kenaikan itu ialah akibat sanksi negara-negara Eropa kepada Rusia.

"Sementara kalau di APBN, asumsinya itu 63 dolar per barel. Jadi gap-nya sudah besar sekali gitu. Nah, oleh karena itu kalau untuk BBM nonsubsidi sulit untuk kita tidak menaikkan ya. Nah, masalahnya kapan dan berapa besar. Tapi, untuk BBM nonsubsidi ini kan bukan domainnya pemerintah, ini Pertamina," ujar Edy saat dihubungi KBR, Minggu (6/3/2022).

"Meskipun kita tahu bahwa Pertamina BUMN. Tapi, dia bukan instansi pemerintah yang setiap keputusannya kemudian harus sama seperti keputusan pemerintah, bukan," katanya.

Tenaga Ahli Utama KSP Edy Priyono menambahkan, harga BBM nonsubsidi kemungkinan bakal terus naik jika harga minyak dunia terus melambung. Kenaikan harga BBM nonsubsidi merupakan satu-satunya opsi untuk menutup selisih harga beli.

"Secara umum, saya sampaikan juga meskipun ini pahit. Kalau harga minyak internasional itu naik dan tinggi terus, kita tidak ada alternatif lain selain menaikan harga BBM nonsubsidi," ujarnya.

BBM Nonsubsidi Naik

Sebelumnya, Pertamina kembali menaikkan harga beberapa jenis BBM pada 3 Maret 2022. Kenaikan berlaku untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.

Mengutip Kontan, kenaikan itu sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) No. 62 K/12/MEM/2020. Kenaikannya berbeda di setiap daerah, sekira Rp500 hingga Rp1.100 per liter.

Di Jakarta misalnya, harga Pertamax Turbo (RON 98) naik Rp1.000, dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Baca juga:

Ekonom: Konflik Rusia-Ukraina Jangan Jadi Alasan Menaikkan Harga BBM

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih