Bagikan:

Jokowi Buka Lahan Jagung 54 Hektare di Belu, NTT

Air yang digunakan di lahan tersebut akan berasal dari air bendungan Rotiklot di lokasi yang sama yakni di Kabupaten Belu.

NASIONAL | NUSANTARA

Kamis, 24 Mar 2022 18:17 WIB

Jokowi Buka Lahan Jagung

Saat groundbreaking proyek bendungan Rotiklot di Belu, NTT, Senin, 28/12/2015. Diresmikan Presiden Joko Widodo. (Foto: Fadli Gaper/KBR)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo membuka lahan seluas kurang lebih 53 hektare yang akan ditanami jagung di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Jokowi mengatakan, air yang digunakan di lahan tersebut akan berasal dari air bendungan Rotiklot di lokasi yang sama yakni di Kabupaten Belu.

Kepala Negara juga menyebut rencananya untuk terus memperluas lahan bahkan hingga ke daerah lain.

"Dan dari sinilah kita akan perluas sampai seluas 500 hektare. Kalau itu nanti berhasil dan produksinya bagus kita akan melompat ke daerah lain yang juga ada lahan datar seperti ini seluas 15 rbu hektare," kata Jokowi saat meninjau lokasi penanaman jagung, food estate Kabupaten Belu, NTT (24/3/2022).

Jokowi meyakini jika Indonesia berani menggunakan teknologi, dan mencoba menanam di lahan-lahan yang sulit seperti NTT, maka akan terlihat apa yang perlu diperbaiki, dikoreksi dan tepat digunakan di daerah seperti NTT.

Presiden juga meyakini kegiatan penanaman di lahan tersebut akan memperbaiki kesejahteran masyarakat NTT khususnya di Kabupaten Belu. Selain itu, akan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca juga:

- Economic Outlook 2022, Jokowi Soroti Kenaikan Harga Pangan dan Energi

- Tanam Jagung dengan Petani, Jokowi: Stok Masih Kurang

Jokowi berharap, ke depan bisa menghitung keuntungan yang didapatkan petani lalu memperluas lahannya.

"Karena ada lahan baru yang dibuka seperti di propinsi NTT Kabupaten Belu ini kita harapkan nanti hasil per hektarenya bisa dilihat, dihitung petani dapat keuntungan berapa dan setelah itu akan kita perluas," ujarnya.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?