Bagikan:

Janji Permudah Izin Investasi Hilirisasi di RI, Bahlil: Nanti Saya Sendiri yang Urus

"Tidak perlu datang ke Kementerian/lembaga. Nanti saya sendiri yang mengurus selama investasi itu serius. Tugas bapak dan ibu adalah cukup membawa teknologi, cukup membawa capital, dan sebagian pasar"

NASIONAL

Kamis, 17 Mar 2022 11:26 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo mengamati mobil listrik Ioniq 5 di Pabrik Hyundai Motor Manufacturin

Ilustrasi: Presiden Joko Widodo mengamati mobil listrik Ioniq 5 di Pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia, Bekasi. Rabu (16/3/22). (FOTO: Antara/Setpres)

KBR, Jakarta— Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan keseriusannya untuk menyasar investasi berbasis hilirisasi. 

Bahkan, dia berjanji akan mempermudah seluruh perizinan dan pemberian insentif kepada calon investor.

"Tidak perlu datang ke Kementerian/lembaga. Nanti saya sendiri yang akan mengurus selama investasi itu serius. Tugas bapak dan ibu adalah cukup membawa teknologi, cukup membawa capital, dan sebagian pasar. Kita akan berkolaborasi, dan saya yakinkan bahwa Indonesia pada posisi strategis sebagai negara populasi terbesar di Asia Tenggara, jumlah populasinya kita 43 persen dan pendapatan kelas menengah kita semakin membaik," kata Bahlil dalam acara Grand Launching Proyek Investasi Berkelanjutan, Kamis (17/3/2022).

Bahlil mengatakan, hilirisasi menjadi instrumen terpenting untuk memberikan nilai tambah sekaligus meningkatkan upah tenaga kerja di Indonesia. 

Beberapa realisasi investasi tersebut tengah berjalan, salah satunya pembuatan baterai kendaraan listrik.

Baca Juga:

Dia menyebut, pada hari ini LG memulai pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik terintegrasi dengan nilai investasi mencapai Rp142 triliun. 

Perusahaan konsorsium asal Korea Selatan itu bekerja sama dengan perusahaan BUMN, yakni Indonesia Battery Corporation (IBC) mulai dari tambang, smelter, prekursor ketot, batu baterai, hingga mobil listrik.

"Mobilnya kemarin kita sudah resmikan Hyundai, itu satu integrasi. Kemarin mobil listrik pertama di Asia Tenggara, dari Indonesia baru pertama. Jadi ini bukan baru akan nanti, tapi sudah kita lakukan. Untuk battery cell mulai akan berproduksi diperkirakan di 2023 akhir. CATL juga demikian melakukan hal yang sama," katanya.

Selain menggenjot investasi, lanjutnya, pemerintah akan melarang ekspor beberapa komoditas mentah secara bertahap. 

Dia menegaskan, pada tahun ini, larangan ekspor bahan mentah bauksit akan tetap dilakukan, disusul pelarangan pada produk komoditas lainnya. 

Langkah ini menurutnya sebagai upaya mendorong bertumbuhnya produk hilirisasi dalam negeri.

"Hilirisasi ini kita sudah lakukan mulai dari nikel. Indonesia konsisten untuk mendorong energi baru terbarukan. Indonesia konsisten untuk mendorong pembangunan investasi yang ramah lingkungan. Atas dasar konsistensi itu, kami hari ini melarang ekspor ore nikel, salah satu tujuannya adalah kami ingin membangun industri baterai salah satu terbesar di dunia. Itu cita-cita kami," paparnya.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih