Inspirasi Bisnis dari Yeobo Topokki

Inovasi kuliner internasional bercita rasa lokal

Jumat, 04 Maret 2022

KBR, Jakarta- Pesona Korea tak hanya terlihat dari drama dan musiknya saja. Semenjak demam Korea merebak di Indonesia, segala hal yang berbau negeri ginseng menjadi daya tarik tersendiri, termasuk kuliner.

Hampir di setiap episode drama Korea (drakor) penonton menyaksikan beragam jenis makanan khas Korea, salah satunya topokki. Saking bikin kepo para penggemar, jajanan pasar ini masuk dalam daftar pencarian populer Google 2021.

Irma Utari Founder dari Yeobo Topokki melihat peluang bisnis dari Korean street food ini.

"Berdasarkan data Nielsen, Korean Wave masih akan merajai industri di Indonesia bahkan sampai 10 tahun ke depan," ujar Irma. 

Selain itu, ada pemicu lain. Perempuan 37 tahun ini terjun ke bisnis makanan usai di-PHK oleh perusahaan tempatnya bekerja.

"Saya mengajukan konsep tentang topokki tapi ternyata bertentangan dengan konsep mereka. Akhirnya konsep saya ditolak mentah-mentah, kemudian harus mengundurkan diri karena dipecat sepihak," kenangnya.

Baca juga: Cuan ala Kpopers, dari Hobi Jadi Duit

Konsep express food membuat Yeobo Topokki hanya memebutuhkan gerobak untuk menjual dagangannya. (Dok: IG Yeobo Topokki Indonesia)

Saat itu, Irma yang hobi kulineran belum menemukan topokki yang sesuai seleranya.

"Seporsi itu bisa Rp90-120 ribu, saya berinisiatif bagaimana menciptakan rasa yang memang saya terima dan juga dengan harga yang terjangkau," kata Irma.

Di 2019, Irma membuka gerai pertama di kawasan dekat rumahnya.

"Kita penginnya konsep express food aja, gerobakan. Di luar dugaan, banyak banget yang mau nyobain," ucapnya.

Kesuksesan ini membuat Irma makin percaya diri mengembangkan bisnis dengan skema kemitraan atau franchise.

Dalam kurun dua tahun, Irma sukses membuka 46 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia terutama Pulau Jawa.

"Di kala kita teriak sendiri dan teriak bersepuluh akan lebih nyaring teriakan sepuluh orang. Jadi lebih menguntungkan dengan sistem kemitraan, karena gaungnya lebih terdengar dibanding cuma satu jualan depan rumah dan orang tahu ini nih makanan apa," jelas Irma.

Baca juga: Inspirasi Bisnis dari Aerostreet

Founder Yeobo Topokki Irma Utari makin sukses di bisnis kuliner karena menerapkan skema kemitraan. (Dok: pribadi)

Perjalanan bisnis Irma tak selalu berjalan lancar, pandemi Covid-19 ikut memukul bisnisnya.

"Pandemi banyak pembatasan, jangan menyerah dengan tutup gerai, tapi memang harus disiasati, pelaku bisnis sekarang itu harus terus berinovasi," pungkasnya. 

Dengarkan cerita lika-liku Irma membangun bisnisnya di Uang Bicara episode "Inspirasi Bisnis dari Yeobo Topokki" di KBR Prime, Spotify, Google Podcast, dan platform mendengarkan podcast lainnya.