Bagikan:

Harga Gas Nonsubsidi Naik, Ekonom Khawatirkan Panic Buying LPG 3 Kg

"Tapi yang terjadi karena orang transfer atau pindah kelompok menengah ke atas berburu gas 3 kg. Otomatis demand meningkat. Di lapangan itu yang akan terjadi panic buying."

NASIONAL

Rabu, 09 Mar 2022 16:54 WIB

Author

Ranu Arasyki

elpiji

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta— Lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) meramalkan terjadinya aksi panic buying atau memborong produk dalam jumlah besar yang dilakukan masyarakat untuk mendapatkan gas elpiji kemasan 3 kilogram (kg).

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad kawatir, naiknya harga gas nonsubsidi yang sudah diberlakukan pada awal Maret ini berpeluang membuat masyarakat berlomba-lomba mengumpulkan gas elpiji subsidi 3 kg.

"Harga gas itu kan pengaruhnya besar. Satu konsumsi memang tidak naik, tapi yang terjadi karena orang transfer atau pindah kelompok menengah ke atas berburu gas 3 kg. Otomatis demand meningkat. Di lapangan itu yang akan terjadi panic buying. Harga bisa saja terjadi sedikit peningkatan di luar ketentuan pemerintah karena yang 3 kilogram itu akan jauh lebih banyak," ujarnya kepada KBR, Rabu (9/3/2022).

Baca Juga:

Tauhid Ahmad menyebut, aksi borong massal ini akan terjadi di kemudian hari lantaran disparitas harga antara gas tabung melon dan kemasan 5 kg serta 12 kg terpaut cukup jauh. 

Jika dibiarkan, katanya, kenaikan harga gas subsidi melebihi harga eceran tertinggi (HET) di tingkat pelanggan tidak dapat dihindari. 

Tidak hanya itu, lanjutnya, kelangkaan gas subsidi 3 kg bisa saja terjadi seperti yang dialami pada kasus minyak goreng.

"Sekarang kan orang berburu karena disapritas harganya cukup jauh. Konsekuensinya kita belum tahu. Pemerintah belum menaikkan harga yang subsidi karena dianggap pemerintah masih sanggup untuk mensubsidi kenaikan harga migas dunia. Tapi kalau jangka panjang dampaknya, lama-lama enggak kuat juga APBN menanggung subsidi," sambungnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan harga gas non LPG mengikuti kenaikan dari harga Contract Price Aramco (CPA) yang mencapai US$775 per metrik ton atau naik sekitar 21 persen dari harga rata-rata CPA sepanjang 2021. 

Di tingkat penjual, saat ini harga gas elpiji 12 kg sudah menebus di atas Rp200 ribu. Sementara, pemerintah masih menahan untuk tidak menaikkan harga gas subsidi.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?