Bagikan:

Geliat Ekonomi Akar Rumput Jelang MotoGP Mandalika

Dari data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat tes pramusim pada 11 hingga 13 Februari lalu, ekonomi lokal terdongkrak sebesar Rp500 miliar dan menciptakan 11 ribu lapangan kerja.

NASIONAL

Jumat, 18 Mar 2022 11:56 WIB

MotoGP Mandalika

Warga berjualan di sekitar sirkuit MotoGP Mandalika di kawasan Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (12/2/2022). (Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi)

KBR, Jakarta - Sehari menjelang gelaran ajang MotoGP di Sirkuit Pertamina Mandalika Internasional, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dikabarkan sebanyak 100 ribu tiket habis terjual.

Lokasi sirkuit yang akan dijajal Marc Marquez cs berada di Kawasan Ekonomi Kreatif (KEK) dengan dihiasi pantai-pantai megah yang menjadi tulang punggung ekonomi pariwisata di NTB.

Salah satu khas ekonomi industri pariwisata adalah efek berganda. Pagelaran MotoGP di Mandalika akan berdampak pada pemesanan jasa transportasi, akomodasi atau tempat tinggal, kuliner, hingga penjualan cenderamata.

Ini diharapkan dapat meningkatkan perputaran uang di lokasi wisata yang terletak di Timur Indonesia itu. Terlebih, sirkuit Mandalika telah mengantongi kontrak 10 tahun dari Dorna Sport selaku promotor MotoGP.

Akan tetapi, tiga hari menjelang gelaran MotoGP Mandalika, ribuan kamar hotel masih sepi penyewa di sejumlah daerah di Pulau Lombok. Hotel itu terdiri dari hotel bintang, nonbintang, bungalow, homestay, villa, rusun hingga tenda.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB Yusron Hadi mencatat, di Tiga Gili, Lombok Utara yang menjadi destinasi wisata favorit, masih ada sejumlah 2.600 kamar yang belum terisi.

Sementara wilayah Sembalun, Lombok Timur, masih ada lebih 270 kamar yang belum laku disewa penonton dan tim ofisial laga adu balap roda dua itu.

"Kita sudah melakukan meeting dengan Kementerian Parekraf dan juga tim nasional dan pada kesempatan tersebut kita menyampaikan terkait dengan kondisi penginapan kita yang sampai saat ini sudah terisi sekitar 11 ribu lebih kamar dan masih ada tersisa 6.200 an kamar," kata Yusron Hadi, Selasa (15/3/2022).

Baca juga:


Kebangkitan ekonomi rakyat

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menyampaikan tekadnya untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan atau ekonomi akar rumput melalui peluang usaha kelompok UMKM dan penyediaan lapangan pekerjaan.

"MotoGP Mandalika ini kita harapkan bisa membangkitkan ekonomi, membangkitkan peluang usaha, dan lapangan kerja seluas-luasnya. Kami meyakini ini kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu," ujar Sandiaga dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Rabu (16/3/2022).

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat tes pramusim berlangsung pada 11 hingga 13 Februari lalu, ekonomi lokal terdongkrak sebesar Rp500 miliar dan menciptakan 11 ribu lapangan kerja.

Angka ini diprediksi meningkat menjadi 50-70 ribu lapangan kerja saat MotoGP berlangsung. Sedangkan seribu lebih UMKM di bidang kuliner dan cenderamata akan turut dijajakan di area sekitar lokasi sirkuit yang mampu menampung 150 ribu penonton itu.

Meski ribuan tiket MotoGP sudah habis terjual, namun Presiden Joko widodo belum dapat memastikan seberapa besar keuntungan yang bisa dikantongi negara. Kepala Negara akan menghitung dampak ekonomi usai acara MotoGP berlangsung.

"Alhamdulillah target tiket yang telah kita berikan 60 ribu semuanya sudah terjual. Kita harapkan ini menjadi sebuah brand baru negara kita bahwa Indonesia sekarang telah memiliki sirkuit MotoGP yang tidak kalah dengan negara-negara lain," kata Jokowi (16/3/2022).

Baca juga: 

Pelaku usaha pariwisata juga berharap ajang balap motor akbar itu membawa dampak positif bagi sektor pariwisata yang sudah dua tahun terpukul akibat pandemi COVID-19.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita), Nunung Rusmiati menyampaikan asanya agar pagelaran MotoGP sukses dan mampu menuai citra baik pariwisata di Indonesia kepada dunia internasional.

"Tentu karena ini bertaraf internasional dampaknya sangat besar dan sekejap Indonesia populer di seluruh dunia yang sirkuitnya membuat pemandangannya terindah. Otomatis imbasnya terasa bagi kota Lombok dan khususnya di Indonesia. Untuk Asita kita mempunyai promosi-promosi dan kita bisa mengetahui dampak selain pariwisata akan bangkit dan kemudian perekonomian khususnya di NTB Mandalika itu pasti akan berjalan dan ada perputaran karena Asita notabene bisnisnya travel agent. Kalau kita Asita ini jual tiket dari pesawat kemudian hotel dan ini yang paling penting adalah UKM, jadi mudah-mudahan dengan adanya MotoGP ini tentu dampaknya bagi khususnya UKM dan seluruh Insan pariwisata itu bisa bergerak dan bangkit kembali," ucap Nunung kepada KBR, Jumat, (11/3/2022).

Baca juga:


Berdasarkan data dari Dinas Pariwisata NTB, jumlah kunjungan wisata di wilayah berjuluk Pulau Seribu Masjid itu merosot tajam saat pandemi korona.

Pada 2019, jumlah wisatawan asing yang berkunjung mencapai lebih 1,5 juta orang. Namun turun drastis saat tahun pertama pandemi menjadi kurang dari 40 ribu wisatawan.

Penurunan jumlah wisatawan juga terlihat pada kunjungan wisatawan domestik, dari 2 juta lebih orang menjadi hanya sekira 360 ribu orang.

Pemerintah memprediksi kedatangan wisatawan asing tahunan di Pulau Lombok meningkat 19 persen pada 2022. Ditambah dengan acara internasional lainnya yang dijadwalkan diselenggarakan tahun ini, semisal pertemuan G20 di Bali, pemerintah memperkirakan kedatangan wisatawan asing ke Nusa Tenggara Barat mencapai antara 1,5 hingga 2 juta wisatawan.

Pada 2024, pemerintah memproyeksikan pengunjung wisatawan tahunan bisa mencapai lima juta wisatawan.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia