Bagikan:

Economic Outlook 2022, Jokowi Soroti Kenaikan Harga Pangan dan Energi

"Tantangan-tantangan ini harus kita sikapi dengan sangat hati-hati,"

NASIONAL

Selasa, 22 Mar 2022 11:25 WIB

Ilustrasi: Mendag Muhammad Lutfi memantau harga sembako di Pasar Raya Padang, Sumbar. Jumat (25/2/22

Ilustrasi: DKPP Kota Bogor menggelar operasi pasar minyak goreng dan pangan murah di Kelurahan Rancamaya, Jabar, Rabu (16/3/2022). (Antara/Arif Firmansyah)

KBR, Jakarta—  Presiden Joko Widodo menyoroti banyaknya tantangan dan ketidakpastian global serta perekonomian dunia yang masih belum pulih total. Kata dia, terjadi kelangkaan energi, kelangkaan pangan, kelangkaan kontainer serta inflasi yang tinggi di banyak negara di belahan dunia. 

Ia menyebut, perang antara Rusia dan Ukraina juga akan memperdalam krisis ekonomi dunia dan meningkatkan ketegangan politik dunia. Hal ini kata dia mesti diwaspadai pemerintah Indonesia.

"Harga minyak naik, gas naik, bahan baku pupuk naik dan harga gandum juga naik, inflasi tentu saja juga makin meningkat. Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi tantangan bagi banyak negara termasuk Indonesia. Tantangan-tantangan ini harus kita sikapi dengan sangat hati-hati," kata dia pada acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2022, Selasa (22/3/22).

Baca Juga:


Kata dia, dibutuhkan kerjasama dan kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha. Selain itu dibutuhkan pula kebijakan yang cepat dan tepat serta implementasi yang efektif. Ia menegaskan bahwa masyarakat tak boleh menjadi korban dari ketidakpastian global ini. Kata dia, investasi juga mesti terus digenjot untuk meningkatkan lapangan pekerjaan di dalam negeri.

"Investasi yang menciptakan lapangan kerja harus terus kita tingkatkan dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan harus terus diupayakan, " pungkasnya.

Sebelumnya Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi memperkirakan tahun ini akan menjadi situasi yang sulit bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri dan dunia. 

Ia beralasan, beberapa harga pangan dan komoditas serempak ikut melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir.

"Saya ingin menegaskan bahwa tahun 2022 ini bukan tahun yang mudah. Saya memprediksi bahwa tahun ini penuh dengan tantangan. Tahun yang penuh dengan gejolak. Tahun 2021, meski pun kita di tengah Covid-19 kita melewatinya dengan baik. Tapi sebagian besar karena kegiatan ekonomi menurun, maka semua harga bisa kita lalui dengan stabil. Inflasi berjalan dengan baik, NTP (Nilai Tukar Petani) naik juga baik. Ini merupakan hasil yang baik," ujarnya pada Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2022, Kamis (10/3/2022).

Lutfi mengatakan kinerja ekonomi pada tahun ini diprediksi berbanding terbalik dengan 2021 saat pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai bangkit.  

Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?