Bagikan:

Dubes Ukraina untuk Indonesia Berkunjung ke Muhammadiyah Bahas Konflik dengan Rusia

Muhammadiyah berencana memberikan bantuan kepada korban perang di Ukraina.

NASIONAL

Kamis, 10 Mar 2022 22:05 WIB

Author

Ken Fitriani

Dubes Ukraina berkunjung ke Muhammadiyah bahas konflik dengan Rusia

Sekum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti bersama Dubes Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, di Gedung Muhammadiyah Jakarta, Kamis, (10/3/2022). Foto: Humas

KBR, Jakarta- Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin berkunjung ke Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Kamis, 10 Maret 2022. Dalam kunjungan tersebut, Vasyl Hamianin ditemani Sekretaris Kedutaan Besar Ukraina untuk Indonesia, Svitlana Bondarenko.

Keduanya disambut Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti dan Koordinator Muhammadiyah Aid, Wachid Ridwan. Sedangkan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni, dan Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto menghadiri secara daring.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan duka cita atas kondisi yang menimpa rakyat Ukraina.

"Kami berempati dan bersimpati pada bangsa Ukraina yang saat ini mengalami musibah. Ada macam-macam yang mengatakan ini sebagai invasi, agresi, atau operasi militer. Tapi, apa pun yang terjadi dan dialami masyarakat Ukraina adalah tragedi kemanusiaan yang tidak boleh terjadi di dunia modern yang menjunjung penghargaan terhadap hak asasi manusia, global etik yang tinggi dan nilai-nilai luhur peradaban antar bangsa," kata Haedar dalam rilisnya, Kamis (10/3/2022).

Haedar berharap, PBB bertindak tegas agar tragedi serupa tidak terjadi di negara lain. Selain itu, pemerintah Indonesia juga diharapkan dapat berperan untuk mengupayakan resolusi konflik sesuai dengan prinsip bebas dan aktif.

"Tidak ada alasan untuk meneruskan agresi yang merupakan warisan masa lalu peradaban dekstruktif. Saya yakin Tuhan tidak pernah merestui atau mengizinkan sekaligus akan murka jika bangsa-bangsa di dunia masih mengedepankan agresi dan tindakan yang mengedepankan kerusakan. Dunia ini terlalu sempit untuk kancah agresi dan neo-kolonialisme dalam bentuk apa pun, di mana Indonesia pernah merasakan betul penderitaannya," jelas Haedar.

Muhammadiyah Aid

Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti mengatakan Muhammadiyah berencana memberikan bantuan kepada korban perang di Ukraina, melalui lembaga bantuan internasional milik perserikatan, yakni Muhammadiyah Aid.

"Kami berdoa agar rakyat Ukraina berjuang mempertahankan tanah mereka dan menemui kehidupan yan damai," ujarnya.

Abdul Mu'ti menambahkan, Muhammadiyah pernah berkunjung ke Kiev, Ukraina pada Oktober 2018. Di sana, sejumlah perwakilan Muhammadiyah bertemu dengan berbagai organisasi Islam lokal dan membicarakan sejumlah kerja sama.

Harapan Dubes Ukraina

Dalam pertemuan tersebut, Duta Besar Ukraina, Vasyl Hamianin mengaku mendapat dukungan morel penuh dari Muhammadiyah atas konflik yang terjadi. 

Apalagi, kata dia, konflik juga ikut mengancam eksistensi kaum muslimin Ukraina yang terdiri dari beragam suku dari Tatar, Turk, Azerbaijan, hingga Chechnya.

"Semoga dialog ini memperbaiki dan membawa kedamaian bagi tanah kami. Tidak ada seorang pun mampu melihat tragedi seperti ini," tutur Hamianin.

Baca juga:

Editor: Sindu

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Pengungsi dan Persoalan Regulasi di Indonesia