Bagikan:

DPR Targetkan RUU TPKS Selesai Dibahas Awal April 2022

Badan Legislasi DPR berharap pengambilan keputusan atas undang-undang tersebut, bisa dilakukan sebelum masa reses.

NASIONAL

Kamis, 24 Mar 2022 13:02 WIB

RUU TPKS

Aksi perempuan menuntut RUU TPKS segera disahkan di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Selasa (8/3/2022). (Foto: ANTARA/Novrian Arbi)

KBR, Jakarta - Badan Legislasi (Baleg) DPR menargetkan pengesahan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) di tingkat panitia kerja (panja) bisa diselesaikan awal April 2022.

Ketua Baleg DPR RI, Supratman Andi Agtas mengatakan pengambilan keputusan atas undang-undang tersebut, bisa dilakukan sebelum masa reses.

"Jadi kalau saya lihat di jadwal kita itu, rapat panja akan dimulai pada hari Senin dan dijadwal kita akan melakukan rapat kerja kembali dalam rangka pengambilan keputusan itu tanggal 5 April. Jadi pada 5 April, undang-undang ini di badan legislasi sudah kita harapkan bisa selesai ya mudah-mudahan," ujar Supratman dalam Rapat bersama Pemerintah di Baleg DPR RI, Kamis (24/3/2022).

Baca juga:


Supratman Andi menambahkan, penyerahan daftar inventaris masalah (DIM) sudah diterima oleh badan legislasi DPR dan di telah disampaikan kepada seluruh fraksi-fraksi.

Dia pun memastikan jadwal rapat pembahasan di tingkat panja sudah ditetapkan dan disetujui oleh semua fraksi.

Sebelumnya, pemerintah terus mendorong DPR segera membahas dan mengesahkan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengatakan, penyusunan daftar inventarisir masalah (DIM) telah dilakukan pemerintah dan diserahkan pada DPR.

UU TPKS, kata dia, nantinya diharapkan bisa memastikan prinsip penyelenggaraan layanan terpadu melalui mekanisme one stop service yang menjadi terobosan baru untuk penguatan di pusat maupun daerah.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?