Bagikan:

Desakan Penundaan Pemilu? Begini Jawaban Istana

Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini mengatakan, saat ini pemerintah hanya fokus bekerja meningkatkan kepuasan masyarakat.

NASIONAL | NUSANTARA

Jumat, 04 Mar 2022 15:04 WIB

Desakan Penundaan Pemilu

Petugas KPPS membantu penyandang disabilitas ODGJ membuka surat suara di bilik suara saat simulasi di Blitar, Jatim (19/12/2018). (Foto: ANTARA/Irfan Anshori)

KBR, Jakarta - Hasil survei mengenai penundaan kontestasi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 dari beberapa lembaga survei, tidak terlalu ditanggapi serius oleh kalangan Istana. Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini mengatakan, saat ini pemerintah hanya fokus bekerja meningkatkan kepuasan masyarakat.

"Hasil survei selalu kami jadikan kaca untuk menjawab tantangan dan juga mewujudkan kepuasan angka naik dan angka turun pasti ada. Saya kira yang harus kita lakukan adalah terus bekerja dan memperbaiki diri, kalau melihat angkanya dukungan masih besar kepercayaan itu harus dijaga dari hari ke hari. Namun dilihat angkanya, mayoritas masih menganggap tidak buruk dari setiap bidang tergantung dari sebelah mana melihatnya, tapi yang jelas ujung dari sebuah kebijakan adalah dukungan publik meskipun tidak akan memuaskan semua orang," ujar Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara Faldo Maldini saat dihubungi KBR, Jumat (4/3/2022).

Menurutnya lagi, hasil dari penelitian dari lembaga survei akan dijadikan tolok ukur bagi pemerintah untuk terus memperbaiki kinerja. Pemerintah turut mengapresiasi hasil-hasil penelitian terkait apapun yang menyangkut ketatanegaraan.

"Kami ucapkan terima kasih banyak bagi yang sudah memberikan respon dan lembaga survei yang memberikan penelitian," tuturnya.

Sebelumnya, Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru saja merilis hasil survei yang menunjukan mayoritas responden menolak usulan Pemilu 2024 ditunda. Dari survei yang dilakukan, sebanyak 74,3% responden menolak usulan menunda Pemilu 2024 dengan alasan harus memulihkan ekonomi yang terdampak pandemi.

Baca juga:

- Survey LSI: Mayoritas Tolak Penundaan Pemilu 2024

- Survei LSI : Intoleransi di Era Jokowi Masih Tinggi

Di sisi lain, dalam survei terbaru yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (IPI) pada Desember 2021, diketahui jumlah orang yang setuju penambahan masa jabatan presiden mengalami penambahan. Responden yang menyebut setuju dan sangat setuju masa jabatan presiden tiga periode di Desember 2021 meningkat signifikan, meskipun masih minoritas di bawah 50 persen.

Editor: Fadli Gaper

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Haruskah Ikut Program Pengungkapan Sukarela?