Bagikan:

Bahlil Tawari Investor 47 Proyek Senilai Rp155 Triliun

"Jadi kami merumuskan 47 project ini sudah ada pra FS-nya dari pariwisata, kemudian dari infrastruktur, industri semuanya ada. Harapan kita ini bisa kita tawarkan kepada teman-teman dunia usaha"

NASIONAL

Kamis, 17 Mar 2022 12:33 WIB

Author

Ranu Arasyki

Ilustrasi: Realisasi investasi triwulan III 2021. Rabu, (04/11/2021). (Foto: Antara)

Ilustrasi: Realisasi investasi triwulan III 2021. Rabu, (04/11/2021). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta— Kementerian Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengklaim saat ini sudah ada 47 proyek investasi di Indonesia yang siap dijajaki oleh calon investor. 

Proyek ini berasal dari beberapa sektor dengan nilai investasi yang diharapkan mampu mencapai Rp155,12 triliun.

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan, sebanyak 47 proyek investasi tersebut sudah melalui pra studi kelayakan atau feasibility study (FS) sehingga siap untuk dijalankan.

"Jadi kami merumuskan 47 project ini sudah ada pra FS-nya dari pariwisata, kemudian dari infrastruktur, industri semuanya ada. Harapan kita ini bisa kita tawarkan kepada teman-teman dunia usaha yang mencoba untuk melakukan kolaborasi," ujarnya dalam acara Grand Launching Proyek Investasi Berkelanjutan, Kamis (17/3/2022).

Proyek investasi yang ditawarkan itu mencakup 12 proyek di sektor pariwisata sebesar Rp5,78 triliun, 15 proyek industri manufaktur sebesar Rp51,92 triliun, 14 proyek kawasan ekonomi sebesar Rp48,25 triliun, dan enam proyek infrastruktur sebesar Rp49,17 triliun.

Baca Juga:

Bahlil meyakinkan bahwa investasi yang masuk ke dalam negeri masih cukup baik meski di berada di tengah pandemi Covid-19. 

Sebagai gambaran, katanya, pada 2021 investasi langsung atau foreign direct investment (FDI) bertumbuh sebesar 8 persen, setelah terseok minus 7 persen pada tahun sebelumnya.

Padahal, lanjut dia, beberapa hasil survei dari lembaga dunia menaksir FDI turun 30-40 persen ketika dunia dilanda oleh Covid-19. 

Selain itu, nilai investasi antara FDI dibandingkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) memiliki selisih yang tipis.

Bahlil juga melaporkan, sumbangan terbesar investasi sepanjang 2019 hingga 2021 berupa mesin logam. 

Nilai investasi mesin logam pada 2019 tercatat senilai Rp61 triliun, kemudian naik Rp94 triliun pada 2020, dan kembali menanjak dengan torehan senilai Rp117 triliun pada 2021.

"Artinya, industri-industri sekarang kita dorong betul-betul dan itu bisa kita lihat dari ekspor kita ke Cina yang di 2018 defisit kita masih US$14-16 billion, sekarang defisit kita tidak lebih US$2 billion. Kita hajar dengan program-program yang direncanakan Pak Menko di pemerintahan sebelumnya," kata Bahlil.

Editor: Agus Luqman

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Jalan Berliku Warga Ibu Kota Dapatkan Udara Bersih