Varian Baru Covid B117, IDI Minta Tinjau Efektifitas Vaksin Sinovac

"Sinovac belum. Jadi dari pemerintah mestinya segera mencari data dari negara-negara lain, dari Brazil, dari Turki, ataupun dari beberapa negara yang memakai Sinovac. Apakah bisa menangkal yang B117?"

BERITA | NASIONAL | RAGAM

Senin, 08 Mar 2021 06:15 WIB

Author

Wahyu Setiawan

Varian Baru Covid B117, IDI Minta Tinjau Efektifitas Vaksin Sinovac

Ilustrasi: Vaksin covid-19 buatan Sinovac. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-   Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyarankan agar pemerintah meninjau ulang efektivitas vaksin yang mampu menangkal varian baru ini. Menurut Ketua Satgas Covid-19 dari IDI Zubairi Djoerban, selain menjalankan protokol kesehatan ketat, vaksinasi merupakan upaya lain untuk mencegah varian baru ini menyebar luas. 

Kata dia, jika pemerintah terlena, ancaman peningkatan kasus positif bisa saja terjadi.

"Ya, ada satu lagi saya lupa vaksin yang terbukti efektif (untuk B117), yang Sinovac belum. Jadi dari pemerintah mestinya segera mencari data dari negara-negara lain, dari Brazil, dari Turki, ataupun dari beberapa negara yang memakai Sinovac. Apakah bisa menangkal yang B117? Namun kalau teoritis itu begini, kalau seorang divaksinasi, kekebalan itu, proteksi yang ditimbulkan itu, ada di berbagai bidang kekebalan. Nah untuk yang mutasi virus, biasanya hanya menganulir satu bidang kekebalan. Jadi masih ada kemungkinan (menangkal). Dan biasanya memang kekebalan yang lain masih bisa terbukti melindungi. Jadi kalau dari segi logika dan belajar dari pengalaman lain, memang kita optimistis. Namun kalau dari sisi ilmiah murni, kan kita saat ini selalu ingin bertanya mana buktinya. Nah bukti ilmiah yang dari Sinovac memang belum cukup," ujar  Ketua Satgas Covid-19 dari IDI Zubairi Djoerban kepada KBR, Jumat (05/03).

Kata dia, belum ada bukti varian baru B117 telah menyebarluas.

"Kemudian melihat data jumlah kasus baru, biasanya kan kalau misalnya B117 ini sudah masuk cukup lama misalnya, maka jumlah kasus akan meningkat cepat dan ruang rawat rumah sakit akan lebih penuh. Sekarang ini belum ada bukti ke sana atau tidak ada bukti yang ke sana. Jadi kita harapkan sih kita tidak bakal punya masalah yang serius," kata dia. 

Zubairi meminta  protokol kesehatan dan vaksinasi dijalankan dengan ketat. Tujuannya agar kasus covid tidak meningkat. 

"Jadi kalau tidak ditangani serius kan memang penularannya lebih cepat. Jadi memang akan kita lihat kalau kita nggak serius, jumlah kasus harian akan meningkat lagi. Dulu kan tanggal 30 Januari itu kita sudah pernah 14 ribu per hari. Sekarang ini selalu di bawah 8 ribu. Jadi memang selama seminggu-10 hari terakhir sudah di bawah 8 ribu." Pungkas Zubairi.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo meminta  masyarakat tidak khawatir dengan munculnya varian baru virus covid, B117 di tanah air. 

“Saya mengimbau kepada bapak, ibu dan saudara-saudara semuanya untuk tidak perlu khawatir karena ditemukannya dua kasus positif covid-19 dengan mutasi virus Corona dari Inggris atau B117. Dua  orang yang terpapar varian baru tersebut saat ini sudah negatif, dan belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa varian baru ini lebih mematikan.” Ujar Jokowi, dalam video resmi kanal Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (05/03/2021).

Menurut Jokowi, penanganan atau pencegahan menyebarnya virus dengan varian baru tersebut sama dengan covid-19, yakni menerapkan protokol kesehatan secara ketat, mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Hal tersebut menurut Jokowi telah dilakukan sejak awal, sehingga penyebaran virus seharusnya bisa lebih terkendali.

Pemerintah mengumumkan temuan dua kasus baru pasien dengan mutasi covid-19 B117 di Karawang, Jawa Barat. Kedua orang yang sudah sembuh itu adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Arab Saudi. Mutasi virus B117 merupakan jenis baru yang berasal dari Inggris dan sudah mulai menyebar ke berbagai negara.

M dan A dari Saudi Arabia menggunakan pesawat berbeda, namun sama-sama mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada akhir Januari 2021. M, mendarat di Bandara Soetta pada 28 Januari 2021. Kemudian A mendarat pada 31 Januari 2021. Mereka berdua kini telah dinyatakan negatif usai menjalani isolasi.


Editor: Rony Sitanggang


Redaksi KBR juga mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Belajar dari Lonjakan Kasus di India

Kabar Baru Jam 7

Gua Hira dan Cahaya Semesta

Mr. Spock dan Homer Simpson: Dinamika Perilaku di Masa Pandemi

Kabar Baru Jam 7