Vaksinasi Covid, Menkes: Target Semester II 140 Juta Warga Disuntik

"Nanti di semester kedua baru begitu jumlah vaksinnya penuh itu datang, kita harus bisa suntikkan ke 140 jutaan target dalam kurun waktu 6 bulan, itu yang tantangannya tinggi sekali,"

BERITA | NASIONAL | RAGAM

Kamis, 04 Mar 2021 21:34 WIB

Author

Astri Yuanasari

Vaksinasi Covid,  Menkes: Target Semester II 140 Juta Warga Disuntik

Menkes Budi Gunadi Sadikin pantau vaksinasi COVID-19 Sinovac drive thru untuk lansia di Kemayoran, Jakarta, Rabu (3/3). (Antara/M Adimaja)

KBR, Jakarta-    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, proses vaksinasi pada semester kedua akan lebih menantang dibanding saat ini. Budi mengatakan, enam bulan pertama, tantangan terbesar adalah mendapatkan vaksinnya. Kata dia,  dalam enam bulan pertama, target yang harus disuntik vaksin hanya 45 juta orang dengan 90 juta dosis vaksin yang sudah tersedia, atau hanya sekitar 25 persen dari target 181 juta masyarakat Indonesia. 

Pada semester kedua, harus menyelesaikan 75 persen sisanya, agar dapat mengejar target penyelesaian vaksinasi dalam 12 bulan, seperti perintah presiden Joko Widodo.

"Nah sisanya yang 140 juta atau 270-280 dosis, suntikan dilakukan di enam  bulan kedua. Jadi akan sangat tinggi itu jumlah suntikan yang harus dilakukan di semester kedua  ini. Untuk itu kita perlu latihan nih yang sekarang nih. Yang sekarang kan karena vaksinnya memang masih sedikit, ya kita coba kapasitasnya seperti apa, dan nanti di semester kedua baru begitu jumlah vaksinnya penuh itu datang, kita harus bisa suntikkan ke 140 jutaan target dalam kurun waktu 6 bulan, itu yang tantangannya tinggi sekali," ujar Budi dalam diskusi virtual di kanal Youtube Kominfo TV, Kamis (4/3/2021).

Meski tantangan semakin berat di semester II nanti, Budi meminta kerja sama dari seluruh komponen bangsa untuk menyukseskan program vaksinasi.

Ia mengapresiasi program vaksinasi drive thru yang sudah mulai dilakukan di beberapa daerah. Salah satunya pos pelayanan vaksinasi Covid-19 drive thru yang menggandeng aplikasi penyedia layanan online, Gojek dan Halodoc. Pos pelayanan vaksin ini sudah mulai dilakukan sejak Rabu (3/3) di area parkir Hall JiExpo Kemayoran, yang pada tahap awal, akan menjangkau kelompok masyarakat lanjut usia (Lansia).

"Jadi memang semua kita rangkul, karena sekali lagi ini nggak mungkin bisa saya lakukan sendiri, harus bersama-sama, di sini Kemenkes juga nggak bisa ekslusif, harus inklusif dengan semua komponen pemerintah, dan ini juga nggak bisa dalam bentuk program, tapi harus jadi gerakan, di mana semua komponen bangsa juga ikut melakukan itu," pungkasnya.

Editor: Rony Sitanggang


Redaksi KBR juga mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)