Suap Benur Lobster, KPK Periksa Edhy Prabowo Terkait Sitaan Duit Rp52 Miliar

"Tim Penyidik masih terus menggali terkait uang senilai Rp52,3 Miliar sebagai bank garansi yang diserahkan para eksportir yang mendapatkan izin ekspor benih bening lobster di KKP tahun 2020,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 19 Mar 2021 11:34 WIB

Author

Muthia Kusuma

Suap Benur Lobster, KPK Periksa Edhy Prabowo Terkait Sitaan Duit  Rp52 Miliar

KPK tunjukkan uang Rp52,3 miliar sitaan kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (15/3). (Antara/ Reno Esnir)

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa enam saksi terkait kasus dugaan korupsi izin ekspor benih lobster (benur) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, para saksi diperiksa untuk tersangka eks-Menteri Kelautan dan Perikana Edhy Prabowo. Enam saksi tersebut yaitu pegawai negeri sipil (PNS) bernama Riza Priyanta, notaris/pejabat pembuat akta tanah (PPAT) Selasih J. Rusma, Kepala Divisi Keuangan PT Gardatama Nusantara Mulyanto Eko Irwanto dan lainnya. Dalam kasus ini KPK juga memeriksa politisi Gerindra, Edhy Prabowo.


"Hari ini juga diperiksa tersangka EP diperiksa sebagai saksi untuk Tersangka AM dkk, Tim Penyidik masih terus menggali terkait uang senilai Rp52,3 Miliar sebagai bank garansi yang diserahkan para eksportir yang mendapatkan izin ekspor benih bening lobster di KKP tahun 2020," ucap Ali kepada KBR, Jumat, (19/3/2021).

Selain Edhy, KPK juga memeriksa penyanyi Betty Elista. Dari saksi Betty, tim penyidik KPK menyita rekening koran bank yang diduga ada aliran sejumlah uang dari tersangka Edhy Prabowo melalui tersangka orang kepercayaan Edhy, yakni Amiril Mukminin.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menyebut, ada dana sebesar Rp3,4 miliar yang diperuntukkan Menteri KKP nonaktif, sekaligus Wakil Ketua Umum Gerindra bidang Keuangan, Edhy Prabowo bersama istri sekaligus Anggota DPR Komisi perhubungan, Iis Rosita Dewi dan stafsusnya Andreu Pribadi Misata (APM). Adapun barang bukti yang disita KPK berupa jam tangan dan tas mewah yang diduga dibelanjakan tersangka di Amerika Serikat, kartu debit ATM.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Pemerintah Ambil Alih Taman Mini Indonesia Indah

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 12