Sosialisasi Vaksinasi, Pemerintah Tetap Gunakan Media Konvensional

"flyer, banner, dan bentuknya leaflet itu masih kita gunakan terutama di daerah-daerah yang punya permasalahan di jaringan komunikasi,"

BERITA | NASIONAL | RAGAM

Rabu, 03 Mar 2021 20:03 WIB

Author

Astri Yuanasari

Sosialisasi Vaksinasi, Pemerintah Tetap Gunakan Media Konvensional

Ilustrasi: Vaksinasi covid. (Antara)

KBR, Jakarta-   Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, pemerintah tetap menggunakan media-media konvensional untuk sosialisasi program vaksinasi. Nadia menyebut, strategi komunikasi menggunakan platform digital terus dilakukan, namun penggunaan media konvensional juga tidak ditinggalkan. 

Menurutnya, sosialisasi dengan media konvensional efektif dilakukan di wilayah-wilayah yang belum terjangkau teknologi jaringan komunikasi.

"Kita tetap melakukan fungsi, bagaimana membangun Puskesmas sebagai pusat informasi yang mungkin terdekat dengan masyarakat untuk menanyakan tentang vaksinasi ini. Jadi ya membangun strateginya ya kita tetap memperkuat puskesmas, kalau kita bicara media, flyer, banner, dan bentuknya leaflet itu masih kita gunakan terutama di daerah-daerah yang punya permasalahan di jaringan komunikasi," kata Nadia dalam diskusi virtual di kanal Youtube Kementerian Sekretariat Negara RI, Rabu (3/3/2021).

Nadia menambahkan, selain sosialiasi lewat media, pemerintah juga memperkuat pendelegasian juru bicara dari tingkat nasional, sampai tingkat kabupaten/kota.

Selain itu juga membangun sosialisasi lewat tokoh-tokoh masyarakat dan pejabat-pejabat daerah dari mulai Kepala Kecamatan, Kelurahan, hingga Kepala Desa.

Editor: Rony Sitanggang


Redaksi KBR juga mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Ramai-ramai Mudik Dini

Ramadan (Masih) dalam Pandemi Covid-19

Kabar Baru Jam 8

Disability Right Fund (DRF) Mitra Disability People Organisation (DPO)