Vaksin Merah Putih, Pemerintah Ajak Swasta Terlibat

"Dibuka seluas-luasnya, di bawah koordinasi pemerintah untuk hilirisasi, baik meningkatkan kapasitas produksi, memfasilitasi proses uji preklinis dan uji klinis, maupun meluaskan target pasar,"

BERITA | NASIONAL | RAGAM

Sabtu, 06 Mar 2021 02:56 WIB

Author

Rony Sitanggang

 Vaksin Merah Putih,  Pemerintah Ajak  Swasta Terlibat

Peneliti bekerja mengembangkan vaksin Merah Putih di laboratorium PT Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/8/2020). (Antara/Dhemas Reviyanto)

KBR, Jakarta- Pemerintah membuka peluang kerjasama dengan industri swasta nasional untuk mempercepat pengembangan vaksin Merah Putih. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan  saat ini vaksin Merah Putih memasuki tahapan penelitian berskala laboratorium dan tahapan faktor ekspresi. 

Kata dia, tahapan pengembangannya terus dimonitor oleh Kementerian Riset Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN).

"Dibuka seluas-luasnya, di bawah koordinasi pemerintah untuk hilirisasi, baik meningkatkan kapasitas produksi, memfasilitasi proses uji preklinis dan uji klinis, maupun meluaskan target pasar," jelas Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Kamis (4/3/2021).

Kata dia, dengan memproduksi vaksin milik sendiri, maka akan menjamin terpenuhinya kebutuhan vaksinasi. Selain itu Indonesia Indonesia di masa mendatang bisa berperan aktif mencapai ketahanan kesehatan global.

Vaksin Merah Putih merupakan kolaborasi lembaga riset, lembaga pemerintah non kementerian, dan perguruan tinggi, seperti LBM Eijkman, LIPI, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga dan Universitas Gajah Mada.

Pengembangannya menggunakan platform protein rekombinen, viral factor termasuk inactivated virus dan genetik menggunakan DNA atau MRNA. 

Menteri Riset dan Teknologi sekaligus Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang P.S Brodjonegoro menjelaskan alasan  mengembangkan vaksin merah putih dengan banyak instansi dan berbagai platform. Menurutnya pengembangan itu dilakukan untuk mendukung Indonesia memiliki kemandirian dalam strategi kesehatan khususnya di bidang obat dan vaksin.

“Kita juga harus berpikir ke depan, di mana kedepannya kita tidak tahu pandemi jenis apalagi yang akan datang yang akan mengganggu kehidupan manusia, dan sudah saatnya kita lebih siap, kita lebih antisipatif terhadap kemungkinan pandemi masa depan yang belum kita bisa bayangkan seperti apa. Nah karena itulah kemandirian vaksin dan momentum pengembangan kemampuan untuk pengembangan vaksin harus kita manfaatkan sebaik-baiknya, karena itu saya sangat mendorong enam platform yang saat ini dikembangkan,” ujar Bambang, dalam webinar Tantangan dan Kebijakan Vaksin Merah Putih, Jumat (22/01/2021). 

Editor: Agus Lukman

Redaksi KBR juga mengajak untuk bersama melawan virus Covid-19. Selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan dengan 3M, yakni; Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan dengan Sabun.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Belajar dari Lonjakan Kasus di India

Kabar Baru Jam 7

Gua Hira dan Cahaya Semesta

Kabar Baru Jam 8

Menyoal Tenggelamnya Kapal Selam dan Upaya Modernisasi Alutsista