3000 Ton Beras Vietnam Mangkrak dan Panen Raya Segera Tiba, Indonesia Masih Butuh Impor?

Pemerintah kabupaten Banyuwangi menolak rencana pemerintah untuk melakukan impor beras di tahun ini.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 24 Mar 2021 16:58 WIB

Author

Hermawan Arifianto, Yovinka Ayu

3000 Ton Beras Vietnam Mangkrak dan Panen Raya Segera Tiba,  Indonesia Masih Butuh Impor?

Panen Raya (Foto: KBR)

KBR, Jakarta - Ribuan ton beras asal Vietnam sisa impor tahun 2018 masih tersimpan rapi, di gudang-gudang Bulog Banyuwangi, Jawa Timur. 

Kepala Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Banyuwangi, Jusri Pakke mengatakan penyimpanan beras impor itu bertujuan untuk memenuhi kesedian pangan, jika dibutuhkan.

“Impor seperti itu, biasanya pemerintah mempunyai stok untuk ketahanan stok. Sekarang masih ada mungkin sekitar 3000-an ton. Masih di Bulog. Biasanya nanti kalau pada saat kondisi tertentu kita kirim ke daerah lain. Yang jelas itu masih ada sekitar 3000-an. Kita proses lagi, baru kita kirim lagi, dikirim ke daerah luar,”ujar Jusri Pakke, kepada wartawan, Rabu (24/3/2021) di Banyuwangi.

Jusri memastikan beras-beras yang tersimpan itu masih sangat layak dikonsumsi hingga 2021, karena selalu mendapat pemeliharaan yang baik. 

Ia juga mengatakan beras impor ini akan dikeluarkan jika pemerintah pusat meminta proses ulang, untuk menjaga kualitas beras.

Selain menjamin kualitas beras, Jusri juga mengatakan stok di gudang Banyuwangi akan cukup hingga 2023 mendatang.

Selain beras impor, Banyuwangi juga saat ini sedang megalami surplus beras. 

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan mengatakan, Kabupaten Banyuwangi telah menghasilkan 788 ribu ton lebih gabah kering giling (GKG), atau setara dengan 495 ribu ton beras.

Padahal, menurut Arief, daya konsumsi masyarakat Banyuwangi hanya sekitar 94,47 kilogram per orang per tahun. Jika target panen saat ini mencapai 491 ton, dan daya konsumsi hanya 165 ribu ton, maka terdapat surplus beras sebesar 345 ribu ton.

Karena itu pemerintah kabupaten Banyuwangi menolak rencana pemerintah untuk melakukan impor beras di tahun ini.

“Semuanya aman, baik itu untuk pangan, beras,dan jagung aman. Untuk peternakan seperti telur, daging aman,” ujar Arief Setiawan, Rabu (24/3/2021) saat dikonfirmasi melalui telpon di Banyuwangi.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya memperkirakan potensi produksi beras periode Januari-April 2021 naik 3,08 juta ton atau meningkat sebanyak 26,84 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 11,46 juta ton.

Ini juga menjadi perhatian Ombudsman Republik Indonesia. Mereka meminta pemerintah menunda dan melihat terlebih dahulu hasil panen raya yang akan datang. 

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengatakan impor beras akan aman dilakukan jika diputuskan setelah awal Mei 2021, sambil menunggu perkembangan panen raya. Ini untuk menghindari kekhawatiran harga beras petani anjlok.

“Merujuk data stok pangan dan potensi produksi beras nasional di tahun 2021, Ombudsman RI menilai bahwa stok beras nasional masih relatif aman dan tidak memerlukan impor dalam waktu dekat ini," kata anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika dalam siaran pers di kanal YouTube Ombudsman RI, Rabu (24/3/2021).

Editor: Dwi Reinjani

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Peraturan Presiden tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstrimisme

Kabar Baru Jam 8

Prank Bakal Berbuntut Pidana

Kabar Baru Jam 10