Kekurangan APD, IDI Bantah Boikot Pelayanan

"Bukan boikot, kami sama sekali tidak memboikot"

BERITA | NASIONAL

Senin, 30 Mar 2020 11:54 WIB

Author

Muthia Kusuma

Kekurangan APD, IDI Bantah Boikot Pelayanan

Petugas medis memakamkan jenazah pasien positif COVID-19 dengan APD lengkap di Padang, Sumbar, Sabtu (28/3). (Antara/Iggoy)

KBR, Jakarta-  Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menepis isu boikot dengan mogok kerja karena kurang kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD). Ketua Satgas Covid-19 IDI, Zubairi mengatakan, pemerintah harus menyediakan cukup APD dan memastikan stok APD dan alat kesehatan aman selama pandemi  Covid-19.

Ia beralasan, tenaga kesehatan merupakan kelompok rentan tertular Covid-19. APD dan alkes akan membantu tenaga kesehatan tidak tertular sehingga dapat melayani pasien.

"Bukan boikot, kami sama sekali tidak memboikot. Kelihatannya dengan imbauan  itu juga telah mendatangkan banyak sekali APD, juga dari swasta. Jadi intinya begini, data sudah sangat aman lengkap bahwa dokter, perawat, tenaga medis itu berisiko tinggi. Dan di Jakarta, Indonesia sudah banyak," kata Zubairi kepada KBR, Minggu, (29/3/2020).

Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi mencatat di Jakarta ada lebih dari 8 tenaga kesehatan yang positif Covid-19 dan 50 orang lebih terpapar Covid-19. T Jadi tenaga kesehatan harus dilindungi dengan APD yang lengkap. Kata dia, pemerintah Indonesia harus mengantisipasi  tertularnya tenaga kesehatan oleh pasiennya.

Ia pun meminta pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan secara berskala. Apabila pemerintah tidak mengambil langkah lockdown, namun harus memperketat pengawasan terhadap kepatuhan akan isolasi mandiri. Ia menyebut masih banyak masyarakat yang mengabaikan imbauan tersebut.

Kemudian ia menyoroti pelacakan kontak pasien positif terinfeksi korona. Yaitu orang-orang terdekat pasien untuk dites apakah mereka ikut tertular. Selain itu, ia meminta agar tempat umum seperti perkantoran, stasiun, bandara dan lainnya untuk melakukan tes kesehatan setiap orang yang mengakses. Apabila upaya-upaya tersebut masih tidak menghasilkan kondisi sesuai harapan, maka IDI meminta pemerintah melakukan karantina wilayah. Ia pun mengapresiasi sejumlah daerah yang telah mengambil langkah karantina wilayah.
 

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kenormalan Baru di Sektor Pendidikan

Lindungi Anak Muda dari Jebakan Industri Rokok