Imbas Corona, Industri Event Organizer Kehilangan Potensi Pemasukan Hingga Rp6,9 T

Menurut survei Indonesia Event Industry Council (Ivendo), mayoritas EO kini melakukan pengurangan jam kerja dan meliburkan karyawannya.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 19 Mar 2020 13:41 WIB

Author

Adi Ahdiat

Imbas Corona, Industri Event Organizer Kehilangan Potensi Pemasukan Hingga Rp6,9 T

Pekerja EO menyiapkan stan untuk acara Sumut Fair 2020 di Medan, Sumatera Utara, yang belakangan ditunda akibat wabah Covid-19, Rabu (17/3/2020). (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Berbagai kegiatan massal di Indonesia ditunda atau dibatalkan demi mencegah penyebaran Coronavirus Disease-2019 (Covid-19).

Akibatnya, industri penyelenggaraan acara seperti event organizer (EO) dan meeting, incentive, conference, and exhibition (MICE) kehilangan potensi pemasukan yang totalnya diperkirakan mencapai Rp6,9 triliun.

Perkiraan ini disampaikan Indonesia Event Industry Council (Ivendo) dalam laporan survei bertajuk Dampak Wabah Covid-19 Terhadap Industri Event di Indonesia yang dirilis Kamis (19/3/2020).


Berita Terkait: Anies Setop Izin Keramaian, DPR: Ini Bisa Matikan Industri MICE


Mayoritas EO yang Disurvei Berasal dari Jakarta

Ivendo bersama Indonesia Professional Organizer Society (Ipos) melakukan survei terhadap 112 EO yang tersebar di 17 provinsi, hampir separuhnya berasal dari DKI Jakarta.

Mereka menemukan ada 96 persen EO yang mengalami penundaan atau pembatalan acara terkait wabah Covid-19. Masing-masing EO kehilangan potensi pemasukan antara Rp2,2 miliar hingga Rp5,6 miliar.

Dari angka itu, Ivendo kemudian menghitung estimasi kehilangan pemasukan industri event di skala nasional.

"Jika jumlah EO/professional organizer dari 7 komunitas di Indonesia per Mei 2018 adalah 1.218 perusahaan, maka potential loss di seluruh Indonesia adalah minimal Rp2.688.126.000.000 dan maksimal Rp6.939.337.500.000," tulis Ivendo dalam laporan surveinya.


Berita Terkait: Menpar: Tunda Pariwisata dan MICE Sampai Pandemi Covid-19 Berlalu


Meliburkan Karyawan, Berencana Alih Usaha

Perusahaan penyelenggara acara atau EO melakukan berbagai strategi untuk menghadapi kerugian akibat wabah Covid-19.

Menurut survei Ivendo dan Ipos, strategi yang paling banyak diambil adalah mengurangi jam kerja karyawan, serta meliburkan karyawan sampai batas waktu yang tak ditentukan.

Survei itu juga mencatat bahwa mayoritas perusahaan event berencana membuat diversifikasi produk atau beralih usaha.

Namun, ada juga sebagian kecil event organizer yang menyatakan bakal menutup usaha bila wabah Covid-19 berlanjut sepanjang tahun 2020.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Persiapan Pemerintah Jawa Barat Hadapi New Normal