19 Sektor Industri Dibebaskan dari PPh Impor, Menperin: Tak Boleh Ada Impor Barang Jadi

"Dengan relaksasi bea masuk terhadap bahan baku industri tidak boleh mengganggu produk-produk yang sudah dihasilkan oleh industri dalam negeri," kata Menperin.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 13 Mar 2020 17:39 WIB

Author

Astri Yuana Sari, Adi Ahdiat

19 Sektor Industri Dibebaskan dari PPh Impor, Menperin: Tak Boleh Ada Impor Barang Jadi

Ilustrasi: Aktivitas pengangkutan kargo impor di pelabuhan. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Pemerintah tidak akan memungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Impor dari 19 sektor usaha, selama periode April-September 2020.

PPh Pasal 22 Impor adalah pajak yang dikenakan bagi badan usaha yang melakukan impor atau importir.

Adapun sektor yang mendapat insentif karena dinilai paling terdampak wabah Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) adalah:

  1. Industri bahan kimia dan barang dr bahan kimia;
  2. Industri peralatan listrik;
  3. Industri kendaraan bermotor trailer dan semi trailer;
  4. Industri farmasi, produk obat kimia, dan tradisional;
  5. Industri logam dasar;
  6. Industri alat angkutan lainnya;
  7. Industri kertas dan barang dari kertas;
  8. Industri makanan;
  9. Industri komputer, barang elektronik dan optik;
  10. Industri mesin dan perlengkapan tekstil;
  11. Industri karet, barang dari karet dan plastik;
  12. Industri furniture;
  13. Industri percetakan dan reproduksi media perekaman;
  14. Industri barang galian bukan logam;
  15. Industri barang logam bukan mesin dan peralatannya;
  16. Industri bahan jadi;
  17. Industri minuman;
  18. Industri kulit barang dan kulit, dan;
  19. Industri alas kaki.

Mengiringi kebijakan ini, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memberi peringatan kepada para importir.

"Dengan relaksasi bea masuk terhadap bahan baku industri tidak boleh mengganggu produk-produk yang sudah dihasilkan oleh industri dalam negeri itu sendiri," kata Agus saat konferensi pers di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (13/3/2020).

"Tidak boleh ada produk-produk impor bahan jadi yang ada dalam paket ini. Intinya kami pemerintah tidak mau ada free rider," lanjutnya.

Editor: Agus Luqman

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Stephanie: Mengubah Stigma Menjadi Empati