Tiap Tahun Indonesia Dilanda 700-an Bencana Banjir

Tahun 2019 baru berjalan sekitar tiga bulan. Tapi bencana banjir sudah ratusan kali melanda Indonesia. Ada apa dengan alam kita?

RUANG PUBLIK , BERITA , NASIONAL

Rabu, 20 Mar 2019 15:18 WIB

Author

Adi Ahdiat

Tiap Tahun Indonesia Dilanda 700-an Bencana Banjir

Warga mendayung perahu saat banjir melanda wilayah sekitar Danau Sentani, Jayapura, Papua, Selasa (19/3/2019). (Foto: ANTARA/Zabur Karuru)

Tahun 2019 baru berjalan sekitar 3 bulan. Tapi bencana banjir sudah ratusan kali melanda Indonesia.

Menurut Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) yang dilansir BNPB, selama periode Januari - Maret 2019 ini sudah ada 213 peristiwa banjir yang tersebar dari Sumatera sampai Papua.

Meski tidak semuanya memakan korban jiwa, banjir selalu menimbulkan kerugian yang tidak sepele. Entah itu kerugian fisik, seperti rusaknya rumah warga dan sarana-sarana publik, maupun kerugian non-fisik yang diderita para pengungsi.


Baca Juga: Banjir Bandang Sentani Lahap 9 Kelurahan, Ribuan Pengungsi Butuh Bantuan Mendesak


Banjir: Bencana yang Tak Kunjung Usai

Kalau ditelusuri lagi, banjir memang tergolong sebagai bencana yang paling sering terjadi di Indonesia, di samping tanah longsor dan puting beliung.

Berdasarkan DIBI BNPB, jika dirata-ratakan selama lima tahun terakhir, ada sekitar 700-an bencana banjir yang terjadi tiap tahunnya.

Berikut adalah gambaran umum bencana banjir selama tahun 2014 – 2018 yang tercatat dalam DIBI.


Tahun 2014

Sepanjang tahun 2014 ada 589 kasus banjir di Indonesia.

Intensitas banjir tertinggi terjadi di Jawa Barat (124 kali), diikuti oleh Jawa Timur (76 kali), dan Jawa Tengah (74 kali).

Bencana banjir sepanjang 2014 mengakibatkan sekitar 2.000 rumah rusak berat, 408 fasilitas pendidikan rusak, serta membuat sekitar 2 juta warga terdampak.


Baca Juga: Petani di Pati Gagal Panen Karena Padi Terendam Banjir


Tahun 2015

Tak jauh dari tahun sebelumnya, di tahun 2015 ada 523 peristiwa banjir di seantero Indonesia.

Bencana ini paling banyak terjadi di Jawa Timur (87 kali), Aceh (63 kali), dan Jawa Tengah (59 kali).

Akibatnya, ada sekitar 770 rumah rusak berat dan 224 fasilitas pendidikan rusak. Sedangkan warga yang terdampak dan terpaksa mengungsi berjumlah sekitar 890 ribu orang.


Baca Juga: Ratusan Rumah di Aceh Utara Terendam Banjir


Tahun 2016

Tahun 2016 intensitas banjir meningkat signifikan hingga mencapai 823 kasus.

Bencana ini paling sering terjadi di Jawa Timur (148 kali), Jawa Tengah (136 kali), dan Jawa Barat (117 kali).

DIBI mencatat sekitar 3.400 rumah rusak berat dan 1.137 fasilitas pendidikan rusak. Sedangkan total warga yang terdampak dan mengungsi ada sekitar 2,9 juta orang.


Baca Juga: 200an Lebih Kepala Keluarga di Cilacap Terdampak Banjir


Tahun 2017

Dalam lima tahun terakhir, bencana banjir paling parah terjadi di tahun 2017, yakni mencapai 1.068 kasus.

Kasusnya lagi-lagi paling banyak terjadi di pulau Jawa, dengan rincian Jawa Tengah (190 kali), Jawa Timur (130 kali) dan Jawa Barat (77 kali).

Provinsi-provinsi lain juga mengalami peningkatan frekuensi banjir secara cukup merata.

Kalimantan Tengah, misalnya. Jika sebelumnya provinsi ini hanya mengalami 1 kali banjir dalam setahun, di tahun 2017 intensitasnya meningkat hingga 39 kali banjir setahun.

Akibatnya, 3.775 rumah rusak berat, 1.049 fasilitas pendidikan rusak, sekitar 2,5 juta warga pun terdampak dan mengungsi.


Baca Juga: Banjir Kembali Terjang 11 Desa di Cilacap


Tahun 2018

Di tahun 2018 ada 679 kasus banjir di berbagai daerah.

Banjir paling banyak terjadi di Jawa Timur (84 kali), Jawa Tengah (79 kali), dan Aceh (74 kali).

Intensitas banjir juga meningkat di provinsi-provinsi lain seperti di Lampung, Kep. Bangka Belitung, dan juga Papua.

Sepanjang tahun 2018 banjir mengakibatkan 875 rumah rusak berat, 368 fasilitas pendidikan rusak, dan sekitar 1,5 juta warga terdampak.


Baca Juga:

Masifnya Pembangunan Diduga Sebabkan Banjir Bandang di Banyuwangi 

Sembilan Kabupaten di Aceh Terendam Banjir 

 

Banjir Terus, Ada Apa dengan Alam Kita?

Menurut Arief Rosyidie, peneliti bidang arsitektur, perencanaan dan pengembangan kebijakan Institut Teknologi Bandung (ITB), banjir di Indonesia disebabkan oleh banyak faktor.

Hal ini ia jelaskan dalam publikasi berjudul Banjir: Fakta dan Dampaknya, Serta Pengaruh dari Perubahan Guna Lahan (Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 2013).

Di samping faktor alam seperti curah hujan tinggi, erosi, atau penurunan tanah, banjir juga disebabkan oleh aktivitas manusia.

Contohnya, alih fungsi lahan serapan air, aktivitas pembangunan yang kurang memperhatikan kaidah konservasi, serta sistem pengendalian banjir yang tidak tepat.

(Sumber: dibi.bnpb.go.id)

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Season 2 - Eps 12. Malika

Ancaman Pada Kelompok Rentan dalam RKUHP

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13