OTT Suap Jabatan, Romy Minta Tak Kaitkan Kasusnya dengan Partai

"PPP tidak memberi bantuan hukum karena ini memang bukan saya dalam kapasitas saya sebagai ketua umum,"

NASIONAL

Jumat, 22 Mar 2019 12:24 WIB

Author

Muthia Kusuma

OTT Suap Jabatan, Romy Minta Tak Kaitkan Kasusnya dengan Partai

Tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi pengisian jabatan di Kementerian Agama, Romahurmuziy menjawab pertanyaan wartawan sebelum menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (22/3/2019). (Foto: Antara)

KBR, Jakarta-  Tersangka penerima suap jual beli jabatan Kementerian Agama (Kemenag), Romahurmuziy mengaku tidak menerima bantuan apapun dari partai politik yang pernah dipimpinnya, yakni PPP. Partai berlambang Kakbah itu menurutnya sudah melakukan hal yang tepat. Sebab, kasusnya dengan lembaga antirasuah itu merupakan kasus pribadinya, bukan menyangkut PPP.

"Begini, yang saya hadapi bukan urusan PPP, yang saya hadapi adalah urusan saya pribadi. Tentu sudah pada tempatnya kalau PPP tidak memberi bantuan hukum karena ini memang bukan saya dalam kapasitas saya sebagai ketua umum," ucap Romy, di gedung Merah Putih KPK, Jumat, (22/3/2019).

Hal senada ia ungkapkan pascapemeriksaan perdananya sebagai tersangka selama kurang dari tiga jam. Ia menegaskan bahwa PPP tidak terlibat dalam suap jual beli jabatan di Kemenag. Sehingga ia meminta agar publik tidak mengaitkan hal itu ke bekas partainya.
 
"Dan saya ingin tegaskan kepada seluruh rakyat Indonesia bahwa ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan PPP. Tolong pisahkan PPP dari persoalan yang menimpa diri saya. Tidak seperti yang tampak di media. Nanti pada saatnya semua akan disampaikan," pungkasnya 

Sebelumnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan di Jawa Timur pada Jumat (15/0519). Besoknya, KPK menetapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Muhammad Romahurmuziy,   Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanudin, dan Kepala Kantor Kementerian Agama Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi  sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli jabatan.

Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.6: Kuliah di Perancis, Cerita dari Dhafi Iskandar

Insiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarkat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak

Inisiatif Masyarakat untuk Wujudkan Hunian yang Layak