Menteri Perdagangan: Kontraktor Indonesia Akan Masuk Arab Saudi

Transaksi perdagangan antara Indonesia dengan Arab Saudi mengalami penurunan karena pengaruh harga minyak dan kondisi ekonomi global. Transaksi perdagangan RI-Arab Saudi menurun 26 persen.

BERITA | NASIONAL

Jumat, 03 Mar 2017 08:53 WIB

Author

Wydia Angga

Menteri Perdagangan: Kontraktor Indonesia Akan Masuk Arab Saudi

Bendera RI dan Arab Saudi terpasang di kendaraan yang mengangkut Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz al Saud, dalam kunjungan ke Indonesia 1-9 Maret 2017. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan akan menawarkan kontraktor Indonesia di beberapa proyek pembangunan yang dilakukan di Arab Saudi.

Upaya memperbaiki dan meningkatkan hubungan perdagangan RI-Arab Saudi dilakukan di tengah kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud ke Indonesia.

Penawaran itu dilakukan untuk mendongkrak investasi Arab Saudi di Indonesia. Selain itu, Enggartiasto menyebut kemungkinan pengembangan beberapa komoditas lainnya seperti manufaktur dan otomotif dengan adanya kerjasama perdagangan di antara dua negara itu.

"(Yang ditawarkan pemerintah RI?) Banyak sekali, dari berbagai sektor. Bahkan sampai kontraktor pun di beberapa proyek pembangunan yang dilakukan di Saudi Arabia, kontraktor kita akan masuk ke sana, dan investasi juga akan mereka lakukan. Kemudian kita juga menyepakati, pada dasarnya ada ketertinggalan kita di dua negara dalam hubungan dagang," kata Enggartiasto, (2/3/2017).

Menurut Enggartiasto, transaksi perdagangan antara Indonesia dengan Arab Saudi mengalami penurunan karena pengaruh harga minyak dan kondisi ekonomi global. Transaksi perdagangan Indonesia dengan Arab Saudi di tahun 2016 mengalami penurunan hingga 26 persen dari tahun sebelumnya, menjadi hanya 4,01 miliar dolar AS.

"Ada semacam---dalam tanda kutip---kekosongan (perdagangan) dan itu tampak sekali semakin (terlihat) dari waktu ke waktu. Neraca perdagangan kita turun, walaupun itu disebabkan oleh harga minyak yang turun dan juga kondisi ekonomi global. Tapi kita berdua (RI-Arab Saudi) menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak lagi komoditi lain yang bisa kita kembangkan dan kita tindak lanjuti. Baik antara B to B (bussiness to bussiness), kita akan berada bersama-sama dengan dunia usaha Indonesia demikian juga dengan pemerintah Saudi Arabia. Kemudian antara G to G (government to government) juga untuk meningkatkan hubungan kerjasama perdagangan di antara dua negara yang mempunyai hubungan historis panjang," tambah Enggartiasto.

Baca juga:


Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud, Kamis (2/3/2017) digelar pertemuan antara delegasi dari Indonesia dan Arab Saudi. Para delegasi diwakili total seratusan pengusaha yang berbicara mengenai bisnis di bidang minyak, gas dan pertambangan, infrastruktur, properti, kesehatan, pariwisata, pemasaraan, investasi, logistik, pendidikan dan pelatihan kejuruan.

Forum bisnis ini juga menghasilkan penandatanganan MoU antara KADIN Indonesia dengan The Council of Saudi Arabia Chamber of Commerce and Industry (KADIN Arab Saudi) dimana kamar dagang kedua negara bersepakat untuk mengadakan kerjasama peningkatan hubungan dagang antara pelaku usaha anggota dari kedua kamar dagang dan industri RI-Arab Saudia.

Kepala Komite Timur Tengah KADIN Indonesia Fachry Thaib mengatakan pembicaraan bisnis diperlukan supaya pendekatan ekonomi berjalan. Kata dia, investasi besar dibutuhkan untuk pengembangan barang-barang lokal. Fachry menyebut nilai investasi paling tinggi di Indonesia adalah di sektor pengilangan minyak (refinery).

"Pasti di (sektor) refinery dong. Yang kedua, sektor industri furnitur besar. Itu kan kita jual karena kita ekspor. Dan jangan lupa, barang-barang kita diminati lho di Timur Tengah. Kualitasnya bagus. sekarang pendapatan per kapita China kan sudah naik, otomatis harganya juga naik. Jadi kita bersaing," kata Fachry.   

Baca: Jokowi dan Raja Salman Sepakat Majukan Islam Sebagai Rahmat Semesta   

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Tim Teknis Pengungkapan Kasus Novel Dinilai Belum Ungkap Apapun