Kehadiran Dr Zakir Naik Picu Pro Kontra di Malaysia

Sebelumnya media ramai memberitakan, Zakir Naik sudah dilarang masuk Inggris, Kanada dan Bangladesh karena ia diduga kuat menjadi pendukung kelompok teroris Alqaeda.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 04 Mar 2017 13:45 WIB

Author

Agus Lukman

Kehadiran Dr Zakir Naik Picu Pro Kontra di Malaysia

Tokoh penceramah kontroversial asal India, Dr Zakir Naik. (Foto: Wikimedia/Creative Commons)

KBR - Sebanyak 19 warga Malaysia berinisiatif mengajukan gugatan terhadap pemerintah Malaysia, agar menetapkan Dr Zakir Naik sebagai ancaman keamanan nasional.

Zakir Naik merupakan penceramah kontroversial asal India. Bagi sebagian orang, Zakir Naik dianggap sebagai seorang penceramah Islam garis keras, radikal yang berbahaya dan mengancam multietnik di Malaysia.

Para penggugat di Malaysia terdiri dari pengacara, aktivis HAM, tokoh lintas agama, hingga seorang bekas pejabat di pemerintahan Malaysia. Mereka menginginkan agar pemerintah menangkap dan mendeportasi Zakir Naik jika berada di Malaysia, dan melarang penceramah itu masuk Malaysia, baik menggunakan visa turis maupun cara lainnya.

Sebagai tergugat adalah Wakil Perdana Menteri Malaysia sekaligus Menteri Dalam Negeri Ahmad Zahid Hamidi, Dirjen Imigrasi, hingga Dirjen Kementerian Registrasi Nasional.

Para penggugat meminta agar ada penetapan pengadilan bahwa Zakir Naik merupakan ancaman bagi masyarakat, moral, ekonomi hingga ancaman bagi harmoni sosial dan bagi pendidikan nasional.

Mereka juga meminta pengadilan menyatakan Dr Zakir Naik sebagai ancaman bagi persatuan nasional dan perdamaian multietnik di Malaysia.

Para penggugat juga meminta pengadilan memerintahkan pencabutan izin tinggal jika Zakir Naik mendapat izin tinggal di Malaysia.

Salah seorang penggugat, Waytha Moorthy yang juga pemimpin organisasi Hindu Malaysia mengatakan gugatan mereka tidak menyangkut segi agama Islam melainkan mengenai isu keamanan nasional.

"Kami yakin dia (Zakir Naik) masih di sini dan mendapat status izin tinggal permanent resident," kata Waytha. Ia menambahkan pemerintah tidak menanggapi pertanyaan para penggugat mengenai status tinggal Zakir Naik di negara itu.

"Zakir Naik itu dikenal di dunia internasional atas pidato-pidatonya yang provokatif, radikal, dan menyakiti perasaan kelompok agama lain di luar Islam. Dia merupakan ancaman nyata bagi keamanan nasional kita," kata Waytha.

Salah seorang penggugat, Asiah Abd Jalil mengatakan sebagai seorang muslim ia sangat terganggu dengan isi ceramah Zakir Naik. Menurutnya, Islam tidak mengajarkan seseorang untuk menyerang budaya dan agama orang lain.

Apalagi, organisasi yang didirikan Zakir Naik, yaitu Islamic Research Foundation juga telah dilarang di India. Pada November lalu, media di India memberitakan Badan Investigasi Nasional (NIA) menyerbu dan menggeledah sejumlah properti yang dimiliki Dr Zakir Naik. NIA menyita sejumlah dokumen yang mengindikasikan IRF mensponsori rencana pemberangkatan calon teroris ke Suriah untuk mendukung ISIS.

Media Hindustan Times memberitakan, Dr Zakir Naik telah mendapat status kewarganegaraan Malaysia. Meski kemudian pemerintah Malaysia membantahnya.

Sebelumnya media ramai memberitakan, Zakir Naik sudah dilarang masuk Inggris, Kanada dan Bangladesh karena ia diduga kuat menjadi pendukung kelompok teroris Alqaeda.

Hak Asasi Manusia   

Namun langkah gugatan pencekalan dan pengusiran Zakir Naik itu mendapat kecaman dan tentangan dari pihak lain di Malaysia. Termasuk dari Partai PAS Malaysia. Salah seorang petinggi Partai PAS Khairuddin Aman Razali menyebut penggugat termasuk organisasi Hindu, Hindraf, menunjukkan sikap berlebihan terkait dengan diskursus pengetahuan agama.

"Kami yakin dia (Zakir Naik) justru membawa wacana harmoni dan keilmuwan. Dr Zakir tidak menyerang kelompok atau agama tertentu. Pihak yang bersikap ekstrem justru mereka yang menentang diskursus semacam ini," kata Khairuddin.

"Saya menyarankan mereka yang tidak nyaman, agar bertemu Zakir Naik secara langsung, menyampaikan pendapatnya daripada melakukan protes emosional," kata Khairuddin seperti dikutip dari Free Malaysia Today.

Sementara itu tokoh agama Perlis, Moh Asri Zainul Abidin justru menganggap aneh seorang pengacara muslim seperti Siti Kasim, justru melakukan gugatan agar negara menangkap Zakir Naik.

"Tentu tidak aneh jika yang menentang Zakir Naik adalah mereka yang nonmuslim atau kafir yang tidak suka dengan ceramahnya," kata Asri Zainul lewat Facebook. "Tapi apa buktinya kalau Zakir Naik itu menjadi ancaman? Apa karena ada warga Hindu yang memeluk Islam setelah mendengar ceramahnya lalu mereka sensitif, atau karena ada alasan lain?"

Sementara itu seorang pengacara hak asasi manusia di Malaysia Sahredzan Johan menilai gugatan yang dilakukan pengacara Siti Kasim dan kawan-kawan terhadap pemerintah untuk melarang Zakir Naik melanggar prinsip-prinsip kebebasan berpendapat. Meskipun, Johan mengakui para penggugat itu merupakan teman-temannya.

Pendapat senada juga disampaikan Direktur Islamic NGO Malaysia IKRAM, Mohd Parid Sheikh Ahmad. Ia bahkan berpendapat mestinya Malaysia memberi izin tinggal bagi Zakir Naik, jika penceramah kontroversial itu dilarang pulang ke negaranya di India.

"Malaysia harus bersikap lapang dada, dan melindungi siapapun dari etnis dan agama manapun," kata Mohd Parid.

Mohd Parid mengatakan melarang Zakir Naik masuk ke Malaysia melanggar prinsip-prinsip dasar hak asasi manusia, dan prinsip kebebasan berbicara dan beragama.

"Segala kesalahpahaman harus diselesaikan melalui dialog dan diskusi. IKRAM siap untuk menjembatani dialog dengan semua pihak untuk menyelesaikan kasus ini," kata Mohd Parid.

Kasus Zakir Naik

Times of India memberitakan organisasi Badan Penyelidik Nasional India (NIA) atau Direktorat Penegakan Hukum (ED) telah mengeluarkan panggilan keempat kepada Zakir Naik melalui pengacara maupun surat elektronik, agar mau bekerjasama dalam penyelidikan terkait dugaan pencucian uang dan dugaan lain. Panggilan itu kemungkinan menjadi panggilan terakhir sebelum 10 hari kemudian, sesuai prosdur hukum, NIA bakal melakukan proses hukum meminta surat penangkapan dari pengadilan jika menolak hadir dalam pemeriksaan.

Pada panggilan terdahulu, Zakir Naik melalui pengacaranya mengirim surat balasan yang isinya agar penyelidik nasional India mengirim pertanyaan melalui surat elektronik, sehingga Zakir Naik bisa membalas melalui surel disertai dokumen-dokumen yang dibutuhkan aparat penyelidik. Sebelumnya, Zakir Naik bahkan meminta agar pemeriksaan dilakukan pemeriksaan dengan cara telewicara lewat Skype. Sikap itu diambil karena pengacara Zakir Naik takut kliennya bakal ditangkap begitu memenuhi panggilan pemeriksaan.

Namun permintaan dari Zakir Naik itu ditolak Badan Penyelidik Nasional India. Nama Zakir Naik pun masuk dalam daftar buruan aparat di India.

Para penggugat di Malaysia mengutip pemberitaan media yang menyebut sejumlah insiden terorisme---termasuk pemboman di Dhaka, pada Juli 2016 diduga terkait dengan ideologi dan ajaran Islam ala Zakir Naik. Dalam peristiwa itu dua dari lima orang pelakunya mengaku terinspirasi oleh ajaran Zakir Naik. Sedangkan Zakir Naik sudah delapan kali menjadi penceramah di depan publik Malaysia sejak 2012-2016.

Terkait dengan kedatangan Zakir Naik, Wakil Menteri Dalam Negeri Malaysia mengatakan penceramah kontroversial itu bebas bepergian ke Malaysia karena namanya tidak masuk daftar cekal di negara itu. (The Star/Free Malaysia Today/India Today/Times of India/Daily Express/Malaysiakini)
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Kabar Baru Jam 8

Bangun dari Demotivasi Skripsi

Catatan dan PR bagi Kapolri Baru

Kabar Baru Jam 10