Demi Penangguhan Penahanan 3 Nelayan Pulau Pari, Warga Berduyun Jadi Penjamin

Warga di sekitar Pulau Pari, Kepulauan Seribu bakal beramai-ramai mengajukan diri sebagai penjamin bagi 3 nelayan yang dijadikan tersangka dalam dugaan praktik pungutan liar di Pantai Perawan.

BERITA | NASIONAL

Minggu, 19 Mar 2017 20:00 WIB

Author

Gilang Ramadhan

Demi Penangguhan Penahanan 3 Nelayan Pulau Pari, Warga Berduyun Jadi Penjamin

Kawasan Pulau Pari (Foto: LIPI.go.id)


KBR, Jakarta - Warga di sekitar Pulau Pari, Kepulauan Seribu bakal beramai-ramai mengajukan diri sebagai penjamin bagi 3 nelayan yang dijadikan tersangka dalam dugaan praktik pungutan liar di Pantai Perawan. Langkah ini ditempuh, menurut Kuasa hukum nelayan, Tigor Hutapea, lantaran Polres Kepulauan Seribu tak kunjung menjawab permohonan penangguhan penahanan yang diajukan sejak pekan lalu.

"Keluarga warga (tiga tersangka) sudah mengajukan diri sebagai penjamin. Sudah ada surat pernyataan dari tiga tersangka untuk tidak melarikan diri dan bersikap kooperatif dalam proses hukum," kata Tigor kepada KBR, Minggu (19/3/17).

"Rencana, warga juga akan mengajukan diri sebagai jaminan, ramai-ramai nantinya. Kami masih memproses surat jaminan itu dari warga," imbuhnya lagi.

Karenanya, Tigor pun meminta kepolisian segera menjawab permohonan penagguhan penahanan tiga warga Pulau Pari tersebut. Ia mengatakan, tiga nelayan itu merupakan tulang punggung keluarga.

Baca juga:

"Sejak hari Senin (13/9/2017) kami ajukan, sudah seminggu belum ada balasan."

Sebelumnya, Polres Kepulauan Seribu menetepkan tiga nelayan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pungutan liar kepada wisatawan di Pantai Perawan. Mereka adalah Mustakbirin, Mutono dan Edo yang merupakan Warga Pulau Pari. Polisi menganggap ketiganya melakukan praktik pungutan liar setahun belakangan.

Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, menurut polisi, tidak menerbitkan izin untuk penarikan uang masuk Pantai Perawan. Sehingga kepolisian menganggap retribusi oleh warga tak sesuai mekanisme. (ika)

Baca juga:

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat