BPS: Tingkat Kunjungan Turis Arab Saudi ke Indonesia Masih Sangat Kecil

Suhariyanto mengatakan kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud bisa menjadi momentum mendongkrak kunjungan wisatawan Arab Saudi ke Indonesia.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 02 Mar 2017 10:01 WIB

Author

Dian Kurniati

BPS: Tingkat Kunjungan Turis Arab Saudi ke Indonesia Masih Sangat Kecil

Dua perempuan membawa bendera Indonesia dan Arab Saudi ketika menyambut kedatangan Raja Salman bin Abdulaziz di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/3/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Kunjungan wisatawan asing dari Arab Saudi ke Indonesia selama ini relatif sangat kecil. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Desember 2016, jumlah turis asal Arab Saudi hanya 8.221 orang. Tingkat kunjungan turis dari Arab Saudi tumbuh tipis pada awal tahun ini menjadi 14.342 orang.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan selama ini tren kunjungan wisatawan Arab Saudi tidak sama setiap bulannya. Angka kunjungan hanya meningkat pada beberapa pekan menjelang puasa Ramadhan hingga Hari Idul Fitri.

Suhariyanto mengatakan kedatangan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud bisa menjadi momentum mendongkrak kunjungan wisatawan Arab Saudi ke Indonesia.

"Dengan kunjungan Raja Salman, tentu kita berharap kedatangan Raja mereka merupakan promosi. Apalagi kita tahu dia akan berkunjung ke Bali. Jumlah wisman dari Saudi ini belum terlalu banyak. Tentu kita berharap kalau bisa promosi lebih gencar, wisman dari Saudi akan meningkat lagi. Untuk wisman dari Saudi Arabia, biasanya puncak kedatangan adalah menjelang bulan puasa," kata Suhariyanto di kantornya, Rabu (1/3/2017).

Baca: Jokowi dan Raja Salman Sepakat Majukan Islam Sebagai Rahmat Semesta   

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan masih ada peluang bagi pemerintah mengerek jumlah kunjungan itu melalui berbagai promosi. Ia memperkirakan, jumlah kunjungan pada Januari yang sekitar 14 ribu bisa tumbuh tinggi pada jelang puasa Ramadhan, pada Mei mendatang.

Sepanjang 2016, BPS mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia mencapai 11,52 juta orang. Jumlah itu kurang 500 ribu dari target pemerintah yaitu 12 juta wisman. Jumlah wisman terbanyak ke Indonesia berasal dari Tiongkok (1,43 juta orang), Singapura (1,42 juta orang), Australia (1,18 juta orang), Malaysia (1,18 juta orang) dan Jepang (468 ribu orang).

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Jelang Pelantikan Presiden, Dari Pengamanan Hingga Larangan Demo

20 Tahun Lagi, Lapisan Tanah Subur di Dataran Dieng Diperkirakan Terkikis Habis