Rupiah Menguat, Jokowi: Karena Kebijakan Pemerintah, BI dan OJK

"Itu artinya kebijakan-kebijakan, direspons positif oleh dunia usaha, oleh investasi,"

BERITA | NASIONAL

Kamis, 10 Mar 2016 20:52 WIB

Author

Ade Irmansyah

Rupiah Menguat, Jokowi: Karena Kebijakan Pemerintah, BI dan OJK

Presiden Joko Widodo (Foto: KBR/Rahmat Setkab)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo mengklaim penguatan rupiah beberapa hari terakhir dikarenakan beberapa paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah. Dia membantah jika penguatan rupiah terhadap dollar AS dinilai hanya dipicu faktor eksternal.

Selain itu kata dia, penguatan rupiah  juga dipicu oleh kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga kata dia, semua kebijakan itu memancing investor sehingga mau berinvestasi di Indonesia.

"Kalau bicara mengenai rupiah yang semakin menguat, semakin baik. Itu artinya kebijakan-kebijakan, paket-paket deregulasi yang kita berikan, juga kebijakan yang ada di BI, juga kebijakan di OJK itu direspons positif oleh dunia usaha, oleh investasi," ujar Presiden Joko Widodo  kepada wartawan di Pusat Logistik Berikat, PT CKB, Cakung, Jakarta. 

Jokowi melanjutkan. "Sehingga ada arus uang masuk. Sehingga ada arus modal masuk. Sehingga ada capital inflow."

Presiden Joko Widodo menambahkan, faktor eksternal dan langkah yang diambil pemerintah sama-sama memengaruhi penguatan rupiah. Kata dia, kalau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak sesuai, maka tidak ada penguatan rupiah.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS beberapa hari terakhir mengalami penguatan. Menurut data Bloomberg untuk perdagangan hari ini menunjukkan, rupiah sempat menyentuh level 12.984 per dollar AS.  
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN