Putusan Blok Masela Setelah Presiden Kelar Kunjungan Kerja

"Sehingga itu Presiden harus berhati-hati memutuskan onshore atau offshore. Tapi itu tentu akan segera diputuskan."

BERITA | NASIONAL

Rabu, 02 Mar 2016 21:41 WIB

Author

Ade Irmansyah

Putusan Blok Masela Setelah Presiden Kelar Kunjungan Kerja

Presiden Jokowi memimpin rapat kabinet membahas blok Masela. (Foto: KBR/Jay Setkab)

KBR, Jakarta- Kepastian terkait pengembangan Blok Masela bakal diumumkan oleh presiden Joko Widodo sepulang dari kunjungan kerja di Sumatera. Juru Bicara Presiden, Johan Budi mengatakan, hal ini dilakukan agar kepentingan pengembangan wilayah Indonesia bagian timur bisa segera dilakukan.

Meski demikian kata dia, penghitungan yang teliti dengan penuh kehati-hati tetap dikedepankan terkait masalah ini apakah akan diterapkan sistem Offshore atau lepas pantai dan Onshore atau didarat.

"Mengenai Blok Masela sudah disampaikan Presiden. Bahwa Presiden ingin ini kan persoalan kapital yang besar. Tidak hanya menyangkut kepentingan ekonomi tapi juga kepentingan pengembangan wilayah Indonesia Timur," ujar Juru Bicara Presiden, Johan Budi kepada wartawan di Istana Negara, Rabu (02/03). 

Johan melanjutkan, "Sehingga itu Presiden harus berhati-hati memutuskan onshore atau offshore. Tapi itu tentu akan segera diputuskan."

Juru Bicara Presiden, Johan Budi menambahkan, terkait perdebatan beberapa menteri dalam permasalahan ini, Presiden Jokowi meminta untuk dihentikan. Pasalnya kata dia, belum ada kepastian apapun dari Presdien terkait masalah ini.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said mengaku ada yang menghambat terkait pengambilan putusan skema pengembangan Blok Masela. Kata dia, yang menghambat tersebut adalah sesama menteri di Kabinet Kerja.  


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Aplikasi LAPOR Dinilai Tidak Efektif Tanggapi Laporan Masyarakat

Kabar Baru Jam 15

Perlukah Sertifikasi Pernikahan?

Kabar Baru Jam 14