Pulang Kunjungan Kerja, Jokowi Panggil Menteri yang Berseteru

"Ketika ruang diskusi itu selesai di ruang itu maka ketika keputusan ada di presiden maka harusnya tidak lagi diperdebatkan di luar, di ranah publik.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 03 Mar 2016 16:49 WIB

Author

Ade Irmansyah

Pulang Kunjungan Kerja, Jokowi Panggil Menteri yang Berseteru

Presiden Joko Widodo (Foto: KBR/Rahmat Setkab)

KBR, Jakarta- Presiden Joko Widodo bakal memanggil beberapa menteri yang dianggap membuat kekisruhan terkait program pemerintah beberapa hari terakhir. Juru Bicara Presiden, Johan Budi mengatakan, beberapa menteri tersebut akan dimintai keterangan dari masing-masing pihak terkait masalah tersebut.

Kata Johan, pemanggilan bakal dilakukan selepas Presiden Jokowi pulang dari kunjungan kerja di wilayah Sumatera. Kata dia, hal ini akan menjadi salah satu poin penilaian presiden terhadap kinerja anak buahnya.

"Kalo bahasa presiden itu nanti akan dimintai penjelasan. Tentu akan dipanggil, tapi sepanjang saya ikut di ratas dan rakab, presiden itu memang mengakomodir perbedaan-perbedaan pendapat meskipun itu tajam antar menteri. Based on data masing-masing," Ujar Juru Bicara Presiden, Johan Budi  kepada wartawan di Istana Negara, Kamis (03/03). 

Johan melanjutkan, "sangat dinamis. Sangat-sangat hidup di rapat yang saya ikuti dan itu diakomodir. Nah ketika ruang diskusi itu selesai di ruang itu maka ketika keputusan ada di presiden maka itulah yang harusnya tidak lagi diperdebatkan di luar, di ranah publik."

Juru Bicara Presiden, Johan Budi menambahkan, pemanggilan ini diberlakukan kepada semua anak buah Presiden yang dianggap bermasalah. Pasalnya kata dia, Presiden pasti mendapatkan laporan apapun dari berbagai macam pihak terkait kinerja anak buahnya.

Sebelumnya, konflik Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, berlanjut hingga di jejaring sosial Twitter. Konflik ini dipicu perbedaan pendapat mengenai rencana pembangunan kilang gas Blok Masela. Rizal Ramli menginginkan kilang gas berada di darat (onshore), sedangkan Sudirman mendukung kilang terapung di laut (offshore). 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Aji: Waspada Tapi Jangan Bunuh Ular

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12