Proyek 35 Ribu Megawatt, Pemerintah Tambah Kapasitas Listrik 2 Ribu MW

Tambahan tersebut menambah total kapasitas listrik menjadi 19 ribu megawatt.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 03 Mar 2016 16:35 WIB

Author

Ninik Yuniati

Proyek 35 Ribu Megawatt, Pemerintah Tambah Kapasitas Listrik 2 Ribu MW

Ilustrasi. Sistem pembangkit listrik. Foto: Antara

KBR, Jakarta- Pemerintah bakal menambah kapasitas listrik sebesar 2 ribu megawatt dalam lanjutan proyek 35 ribu megawatt. Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, tambahan ini diperoleh dari perusahaan pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) yang menandatangani 71 perjanjian jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) hari ini, Kamis (3/3/2016). Kata dia, tambahan tersebut menambah total kapasitas listrik menjadi 19 ribu megawatt.

"Perhari ini yang ditandatangani, PPA itu sudah mencapai per 19 ribu MW. Pada akhir tahun kita laporkan 17 ribu, dalam dua bulan ini ada progress penandatangan 2 ribu MW. Ini artinya progress berjalan terus menerus," ujar Sudirman Said.

Menurut Sudirman, dari perjanjian tersebut, tercatat 34 perusahaan swasta telah menyelesaikan komitmen pembiayaan.  

"Yang sudah mencapai financial closing ada 5329 megawatt, yang terdiri dari 34 IPP " ujarnya. 

Pemerintah menargetkan rasio elektrifikasi mencapai 97 persen pada 2019. Presiden Joko Widodo menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 4 tahun 2016 tentang percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan pada 8 Januari lalu. Melalui perpres tersebut PLN dan perusahaan pengembang listrik swasta mendapat dukungan berupa penjaminan, percepatan perizinan dan nonperizinan, penyediaan energi primer, tata ruang dan penyediaan tanah. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Masyarakat Sipil Tolak Rencana Presiden Menghidupkan Jabatan Wakil Panglima TNI