Peneliti IPB Temukan Jamu Pencegah Flu Burung pada Unggas

Obat atau jamu itu berasal dari ramuan tanaman obat tradisional seperti temu lawak, meniran, sambiloto dan temu ireng.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 30 Mar 2016 15:49 WIB

Author

Rafik Maeilana

Peneliti IPB Temukan Jamu Pencegah Flu Burung pada Unggas

Peneliti IPB saat memperlihatkan bahan pembuat jamu pencegah virus flu burung pada unggas. (Foto: Rafik Maeilana/KBR)

KBR, Bogor - Tim peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan obat yang diklaim bisa mencegah virus flu burung pada unggas.

Obat atau jamu itu berasal dari ramuan tradisional seperti temu lawak, meniran, sambiloto dan temu ireng. Keempat tanaman yang biasa ditemukan sebagai jamu ini, diolah dicampur dengan pakan ternak pada umumnya.

Salah satu peneliti dari Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Bambang Pontjo Priosoeryanto mengatakan, penelitian ini dilakukan sejak tahun 2007 bersama dengan peneliti lainnya.

Awalnya, kata dia, tim peneliti mengumpulkan tanaman obat dari Indonesia untuk diteliti. Kemudian setelah mengalami proses, ditemukanlah empat bahan utama yakni temu lawak, temu ireng, meniran dan sambiloto.

"Jadi kombonasi ini bisa memperkuat tubuh ayam dalam rangka menanggulangi masuknya atau berkembangnya penyakit AI (Avian Influenza) atau flu burung di tubuh ayam, sampai bisa menahan kematian. Itu hasil utama dari penelitian ini," katanya saat ditemui di Kampus IPB Dramaga, Bogor, (30/3/2016).

Bambang menjelaskan, jamu ini bukan untuk unggas yang sudah terkena flu burung, tetapi untuk pencegahan.

"Karena virus itu belum ada obatnya, jadi sejauh ini kami belum melakukan untuk pengobatan, tetapi pencegahannya," jelasnya.

Saat ini, lanjut Bambang, timnya masih melakukan penelitian lebih lanjut terkait jamu anti flu burung ini. Sejauh ini, jamu anti flu burung ini bisa menahan kematian akibat flu burung sebesar 40 persen.

"Itu dari hasil ayam yang kita ujicobakan. Dari semua yang diujicoba, ayam yang bertahan sebanyak 40 persen. Sedangkan yang tidak diberikan jamu ini, hingga selesai penelitian, semuanya mati," pungkasnya.

Editor: Agus Luqman 
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19