Bagikan:

Pemerintah Targetkan 50 Perusahaan Jadi PLB Tahun Depan

Pembangunan PLB itu akan disebar ke seluruh wilayah Indonesia, agar distribusi logistik semakin efisien.

BERITA | NASIONAL

Kamis, 10 Mar 2016 17:57 WIB

Author

Dian Kurniati

Pemerintah Targetkan 50 Perusahaan Jadi PLB Tahun Depan

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (foto: Antara)

KBR, Jakarta– Pemerintah menargetkan 50 perusahaan akan menjadi Pusat Logisik Berikat (PLB) pada tahun depan. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, 11 perusahaan yang saat ini menjadi PLB belum cukup menjadikan Indonesia sebagai pusat logistik Asia Tenggara.

Karena itu, pembangunan PLB itu akan disebar ke seluruh wilayah Indonesia, agar distribusi logistik semakin efisien.

“Jadi tahun ini 11, kita ingin memastikan dulu yang 11 ini bisa berjalan lancar. Sistemnya sudah in-line dengan bea-cukai. Tahun depan kita targetnya 50 perusahaan yang akan menjadi PLB baru,” kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro  di Pusat Logistik Berikat Cakung, Kamis (10/03/16). 

Bambang melanjutkan, "dan kita harapkan dengan 50 perusahaan dan kemudian tahun-tahun berikutnya, dalam dua-tiga tahun Indonesia sudah bisa menjadi logistik hub."

Bambang mengatakan, pemerintah tidak rela jika keuntungan sebagai pusat logistik diserap negara tetangga, karena pusat logistik ASEAN saat ini masih ditempati Singapura dan Malaysia. Padahal, Indonesia merupakan hunian bagi 45 persen penduduk ASEAN, berikut produk domestik brutonya.

Dengan demikian, sistem distribusi logistik yang sebelumnya terjadi tidak efisien, dengan biaya mencapai 2 sampai 2,5 kali lipat dibanding Singapura dan Malaysia. Alasannya, semua produk yang diproduksi dan dikonsumsi oleh Indonesia harus disimpan terlebih dahulu di pusat logistik Singapura dan Malaysia.

Hari ini, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Pusat Logistik Berikat (PLB) di kawasan industri Cipta Krida Bahari, Cakung-Cilincing. Jokowi menganalogikan pusat logistik berikat ini sebagai supermarket, sedangkan gudang berikat sebagai toko kecil. Maksudnya, PLB bisa menampung banyak macam barang dengan durasi penimbunan hinga hingga tiga tahun atau sambil menunggu pembeli.

Saat ini, sudah ada sebelas perusahaan yang mendapat sertifikat untuk menjalankan fungsi PLB. Perusahaan-perusahaan itu bergerak di berbagai sektor, meliputi minyak dan gas, manufaktur, serta usaha kecil dan menengah.


Editor: Rony Sitanggang

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending