Bagikan:

Pemerintah Minta Pemda Kurangi BPHTB

"Kita harus bicara mengenai kesediaan mereka atau tidak untuk mengurangi BPHTB khusus DIRE.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 02 Mar 2016 16:29 WIB

Author

Dian Kurniati

Pemerintah Minta Pemda  Kurangi  BPHTB

Ilustrasi (sumber: Antara)

KBR, Jakarta– Pemerintah akan mengundang daerah-daerah yang potensial mengembangkan propertinya untuk membicarakan pengenaan pajak  dana investasi real estate (DIRE). Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution meminta kesediaan pemerintah daerah (Pemda)  menurunkan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).

Darmin memperkirakan daerah yang diundang meliputi DKI Jakarta, Surabaya, Tangerang, dan Bogor.

“Kita masih akan membicarakannya dengan Pemda. Terutama di daerah-daerah yang punya potensi untuk mengembangkan komplek propertinya. Kita harus bicara mengenai kesediaan mereka atau tidak untuk mengurangi BPHTB khusus DIRE. Bukan untuk yang lain,” kata Darmin di kantornya, Rabu (02/03/16).

Darmin mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan beberapa kota yang akan diundang dalam rapat koordinasi itu. Meski demikian, pemerintah perlu menunggu rekomendasi pelaku usaha real estate mengenai daerah yang potensial dalam usaha itu.

“Kita akan bicara dengan Pemdanya. Dalam waktu dekat lah. Pemdanya ya DKI. Kita mungkin tawarkan dulu pada DKI, Surabaya, Tangerang, Bogor, yang potensinya besar,” kata Darmin.

Saat ini, pemerintah berencana menggabungkan pungutan PPh dan BPHTB, sehingga tidak memberatkan DIRE. Kebijakan ini untuk menarik investasi pengusaha properti yang lebih banyak mengalirkan dananya ke luar negeri. Sebelumnya, DIRE dikenai PPh 5 persen dan BPHTB 5 persen. Rencana kebijakan itu tertuang dalam Paket Kebijakan Ekonomi V tentang pemangkasan pajak ganda DIRE.

Hari ini, pemerintah mengundang Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuanganan, dan Real Estate Indonesia untuk membicarakan pengenaan pajak DIRA. DIRE adalah perseroan terbatas dengan minimal 99,9 persen sahamnya dimiliki secara kolektif. Biasanya, perusahaan properti memiliki anak perusahaan yang khusus mengelola dana itu untuk diputar dalam investasi properti. 

Kirim pesan ke kami

Whatsapp
Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Subsidi dan Tata Kelola Pupuk Indonesia

Most Popular / Trending