Korupsi Mobil Crane, Bareskrim Periksa Tersangka Haryadi

Tersangka dugaan korupsi pengadaan mobile crane, Haryadi Budi Kuncoro, menghadiri panggilan penyidik Bareskrim Polri.

BERITA | NASIONAL

Senin, 14 Mar 2016 12:46 WIB

Author

Gilang Ramadhan

Korupsi Mobil Crane, Bareskrim Periksa Tersangka Haryadi

Crane di Pelindo II. Kasus tersebut menyerat bekas Dirut Pelindo II, RJ Lino. Foto: Antara

KBR, Jakarta - Tersangka dugaan korupsi pengadaan mobile crane, Haryadi Budi Kuncoro, menghadiri panggilan penyidik Bareskrim Polri. Kuasa hukum tersangka, Heru Widodo, mengatakan, ini pemeriksaan perdana Haryadi sebagai tersangka.

"Hari ini kita hadir ke Bareskrim. Pak Haryadi didampingi kami kuasa hukumnya memenuhi panggilan penyidik," kata Heru sebelum memasuki gedung Bareskrim Mabes Polri, Senin (14/03/2016).

Heru enggan berkomentar terkait keterlibatan kliennya dalam kasus pengadaan mobile crane. Ia berdalih, kliennya akan memberi keterangan terlebih dahulu kepada penyidik.

"Kami beritikad baik mencoba klarifikasi hal-hal yg kiranya perlu diklarifikasi keterangan yang bisa jadi penyidik belum punya," kata Heru.

Minggu lalu, Bareskrim Polri menetapkan bekas Senior Manager Peralatan PT Pelindo ll, Haryadi, sebagai tersangka baru kasus korupsi pengadaan mobile crane. Direktur Teknik Ferialdy Noerlan lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Ferialdy diduga bertanggung jawab atas seluruh proyek pengadaan 10 mobile crane yang dipermasalahkan. Haryadi diduga turut serta membatu Ferialdy dalam pengadaan mobile crane ini.

Berdasarkan audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), kasus ini diduga merugikan negara hingga Rp37,9 miliar. Kepolisian mempermasalahkan penempatan 10 mobile crane yang tidak sesuai dengan rencana pengadaan.

Alat-alat berat yang mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, semestinya dikirimkan ke delapan pelabuhan berbeda. Namun setelah diselidiki, diketahui delapan pelabuhan tersebut ternyata tidak membutuhkannya.



Editor: Quinawaty Pasaribu 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 7

Izin Keruk Harta Karun RI

Kabar Baru Jam 8

Mama 'AB': Mengikat Yang Tercerai

Gelar Konser Musik dan Seni Pertunjukan Offline. Apa Sudah Memungkinkan?