KLHK Segera Supervisi Penambangan Emas Tumpang Pitu

KLHK bakal memastikan proses penambangan tak merusak lingkungan.

BERITA | NASIONAL

Rabu, 30 Mar 2016 11:15 WIB

Author

Ika Manan

KLHK Segera Supervisi Penambangan Emas Tumpang Pitu

Sejumlah warga Desa Sumberagung melakukan aksi mogok makan di depan Kantor Bupati Banyuwangi (19/3). Foto: Antara

KBR, Jakarta- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan KLHK segera mensupervisi rencana penambangan emas dan mineral di Kawasan Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi, Jawa Timur oleh PT Bumi Suksesindo (PT BSI). Dirjen Planologi dan Tata Lingkungan KLHK San Afri Awang mengatakan, timnya akan turun langsung mengkaji mekanisme penambangan. Selain itu, pihaknya akan memastikan proses penambangan tak merusak lingkungan.

"Karena kan itu ada 2, kalau untuk emas itu bisa pakai air raksa, merkuri dengan sianida yang dicampur. Nah kabarnya kan mereka itu pakai sianida, tapi itu kan belum jalan, nanti kami lihat dan periksa semua. Mulai dari Amdal, rencana dan lainnya. Orang belum jalan kok sudah pada ribut kami kan bingung," kata San Afri Awang kepada KBR, Rabu (30/03/2016).

Ia pun menjelaskan, kawasan penambangan tersebut sudah tak termasuk hutan lindung. "Itu kawasan hutan lindungnya kan sudah diminta tukar-menukar. Hutan lindung itu pas zaman Pak SBY (Presiden Susilo Bambang Yudhoyono--Red) sudah dialihdungsikan dari hutan lindung menjadi hutan produksi," ungkapnya.

Sebetulnya, San Afri menyangsikan jika mekanisme penambangan itu bakal merusak lingkungan. Sebab menurutnya, izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan kawasan untuk proyek inipun sudah diterbitkan dinas dan pemerintah setempat. Meski begitu, ia tetap akan memastikan ke lapangan dan mengonfirmasi bahwa penambangan PT BSI tak membahayakan.

"Makanya dipelajari dulu. Dokumennya dibaca dulu. Orang di sana (Banyuwangi--Red) provokasi dan persaingan usaha juga tinggi. Jadi melihatnya jangan sepihak. Nanti kami lihat dulu dokumennya seperti apa. Kalau memang betul mereka (PT BSI--Red) pakai sianida, nanti kami minta itu diekspose, bagaimana mekanismenya, apakah itu berbahaya atau tidak. Begitu. Kan sudah ada Amdal-nya," tegas guru besar Fakultas Kehutanan UGM tersebut.

Sebelumnya, Jaringan Masyarakat Tambang (JATAM) menyatakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pertaruhkan keselamatan warganya demi investasi perusahaan tambang emas PT. Bumi Suksesindo (BSI) di kawasan Gunung Tumpang Pitu.

Manajer Kampanye JATAM Ki Bagus Hadikusumo merujuk pada pernyataan PT BSI yang mengumumkan pemurnian emas akan dilakukan dengan sistem Heap Leaching. Dengan metode itu, kata Ki Bagus, perusahaan akan menggunakan bahan kimia sianida.

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Polisi Sebut Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Beraksi Sendiri