Kemenlu Telusuri Informasi Penyanderaan Kapal Berbendera Indonesia

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir mengatakan, pihaknya sudah mendengar informasi tersebut.

BERITA , NASIONAL

Senin, 28 Mar 2016 21:44 WIB

Author

Bambang Hari

Kemenlu Telusuri Informasi Penyanderaan Kapal Berbendera Indonesia

Ilustrasi penyanderaan. Antara Foto

KBR, Jakarta - Kementerian Luar Negeri mengaku masih menelusuri kabar adanya kapal berbendera Indonesia yang disandera kelompok milisi Abu Sayyaf. Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Armanatha Nasir mengatakan, pihaknya sudah mendengar informasi tersebut. Namun hingga kini kebenaran mengenai informasi itu belum bisa dipastikan.

"Hingga kini kami masih terus mencoba untuk mengkonfirmasi mengenai kabar tersebut. Kami sudah menghubungi pihak-pihak terkait, namun kami belum mendapatkan informasi lanjutan mengenai hal tersebut," katanya saat dihubungi KBR melalui sambungan telepon.

Kelompok milisi Abu Sayyaf dilaporkan telah menyandera sebuah kapal jenis tugboat yang berbendera Indonesia. Abu Sayyaf diketahui merupakan kelompok militan asal Filipina.

Informasi mengenai penyanderaan tersebut dibicarakan di grup jejaring sosial para pelaut Indonesia. Salah seorang anggota di grup itu, yang menggunakan akun Facebook Papae CleonClevy menuliskan:

"There's confirmed that one tugboat the name is Brahma 12 under rest by Abu Sayyaf in Philipine, the vessel from Banjarmasih with cargo coal bulk (Dipastikan bahwa satu kapal bernama Brahma 12 ditahan oleh Abu Sayyaf di Filipina, kapal berangkat dari Banjarmasin dengan muatan batubara)," tulis akun tersebut.

Informasi terakhir yang dihimpun KBR menyebutkan, para kru kapal sudah diturunkan ke darat dan para pembajak meminta tebusan sekitar Rp 14,2 miliar. 

Editor: Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17