Kejar Penyerapan Gabah, Kementan Dorong Bulog Modernisasi Infrastruktur

"Kalau sekarang, petani bawa kadar air tinggi, sementara gudang Bulog tidak punya dryer ya tidak bisa diterima," kata Dirjen Tanaman Pangan Hasil Sembiring.

BERITA , NASIONAL

Jumat, 11 Mar 2016 15:32 WIB

Author

Agus Lukman

Kejar Penyerapan Gabah, Kementan Dorong Bulog Modernisasi Infrastruktur

Presiden Jokowi Inspeksi gudang Bulog. (Foto: KBR/Setpres)

KBR, Jakarta- Kementerian Pertanian mendorong agar Badan Urusan Logistik (Bulog) segera memodernisasi infrastruktur untuk mendukung penyerapan gabah petani.  Dirjen Tanaman Pangan dari Kementerian Pertanian Hasil Sembiring mengatakan tanpa adanya infrastruktur yang baik, penyerapan gabah petani tidak akan maksimal.

Infrastruktur itu termasuk mesin pengering dan lantai jemur gabah.

"Sekarang masalahnya, kalau (Bulog) mau beli gabah petani, kalau pengering rusak, kan nggak bisa dikeringkan. Kalau petani mau jual gabah dengan kadar air tidak 25 persen seperti di Perpres, kan tidak bisa diterima. Mau dikeringkan pakai apa?" kata Hasil Sembiring kepada KBR, Jumat (11/3/2016).

"Kalau infrastruktur Bulog diperbarui, Bulog bisa menyerap gabah dalam berbagai macam kondisi. Kalau sekarang, petani bawa kadar air tinggi, sementara gudang Bulog tidak punya dryer ya tidak bisa diterima," lanjut Sembiring.

Dirjen Tanaman Pangan di Kementerian Pertanian Hasil Sembiring mengatakan dengan modernisasi peralatan di Bulog maka biaya produksi bisa ditekan dan hasilnya harga jual beras di pasaran akan bisa lebih terjangkau.

Tahun ini Kementerian Pertanian menargetkan gabah petani bisa terserap di Bulog hingga empat juta ton.

"Karena inilah kesempatan yang ada. Pada bulan-bulan berikutnya, produksi gabah kita akan cenderung turun. Pak Menteri berulangkali mengajak stake holder, bahwa bulan Maret-April ini adalah kesempatan paling tinggi. Untuk menambah stok. Stok harus ditambah," lanjut Sembiring.

Untuk meningkatkan penyerapan itu, Kementerian Pertanian membentuk Tim Percepatan Penyerapan Gabah Petani, melibatkan Bulog, pemerintah daerah, hingga TNI dan perbankan. Tim akan segera turun ke lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada yang membuat penyerapan terganggu.

Menurut Hasil Sembiring, sejauh ini ada beberapa masalah yang mengganggu penyerapan gabah petani. Selain faktor infrastruktur di gudang Bulog seperti alat pengering rusak, juga karena masih terjadi hujan di beberapa daerah yang membuat kadar air gabah tinggi.

Di samping itu harga jual gabah di beberapa daerah juga masih tinggi di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp3,700 per kilogram.

Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Eps.2: Kuliah di UK, Cerita dari Rizki Putri Part 2

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17