covid-19

IKOHI Bantah Keluarga Wiji Thukul Terima Uang dari Pemerintah Timor Leste

"Penghargaan ini bukan hanya diberikan ke Wiji Thukul tetapi juga diberikan ke aktivis pro demokrasi yang lain saat orde baru"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 18 Mar 2016 20:09 WIB

Author

Yudi Rachman

IKOHI Bantah Keluarga Wiji Thukul Terima Uang dari Pemerintah Timor Leste

Wiji Tukul. (Sumber: Ikohi)

KBR, Jakarta- Ikatan Keluarga Orang Hilang (IKOHI) membantah jika korban penghilangan paksa, Wiji Thukul dianggap merakit bom dan membantu perjuangan Timor Leste. IKOHI juga mengecam kabar miring terkait penerimaan uang saat menerima penghargaan dari negara yang memisahkan diri dari NKRI tersebut.

Menurut Kepala Bidang Advokasi IKOHI Daud Beureuh kepada KBR, penghargaan yang diberikan oleh bekas Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao, merupakan bentuk apresiasi pemerintah Timor Leste terkait perjuangan Wiji Thukul dalam memperjuangkan demokrasi di rezim orde baru.

"Jadi yang sebenarnya Ngantiwani, anak dari korban penghilangan orang secara paksa Wiji Thukul menghadiri untuk menerima sertifikat penghargaan dari Timor Leste berkenaan aktifitas sebagai pro demokrasi saat orde baru," jelas Kepala Bidang Advokasi IKOHI Daud Beureuh, Jumat (18/03).

Daud menambahkan, penghargaan ini tidak khusus diberikan kepada Wiji Thukul saja. Namun, penghargaan ini juga diberikan kepada beberapa aktivis demokrasi di era orde baru terutama bekas aktivis PRD (Partai Rakyat Demokrasi).

"Penghargaan ini bukan hanya diberikan ke Wiji Thukul tetapi juga diberikan ke aktivis pro demokrasi yang lain saat orde baru. Ada Wilson, Budiman Sudjatmiko dan teman-teman yang lain. Jadi, ada informasi Wiji Thukul dianggap membantu perjuangan Timor Leste, merakit bom terus juga  Ngantiwani, anaknya menerima uang, itu suatu hal yang tidak benar," bantah Daud.

Daud menjelaskan, berita miring yang beredar akan menghilangkan empati kepada keluarga korban orang yang dihilangkan dengan paksa. Kata dia, seharusnya pemerintah cepat-cepat menjalankan rekomendasi DPR terkait kasus orang yang dihilangkan secara paksa.

"Dengan kejadian ini, mestinya pemerintah bertindak cepat dengan melakukan langkah rekomendasi pembentukan pengadilan HAM orang hilang. Sampai Presiden Jokowi, belum ada penandatangan pembentukan pengadilan HAM Adhoc khusus orang hilang," jelasnya.

Sebelumnya beredar bahwa Wiji Tukul seniman aktivis PRD (Partai Rakyat Demokratik) dan Jaker (Jaringan Kerja Kesenian Rakyat)   disebut menerima penghargaan dari organisasi di Timor Leste. Melalui sosial media Path, akun Ndorokakung menulis di TVTL (Televisão de Timor Leste) Xanana Gusmao bercerita tentang sosok Wiji yang pintar dan memasok dan merakit bom yang dipakai tentara Timor Leste untuk melawan ABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia).

Pernyataan itu dibantah organisasi yang memberikan penghargaan kepada Tukul Associacao Dos Combatentes Da Brigada Negra (ACBN) . Kata ACBN Xanana Gusmao tak pernah membuat pernyataan itu. Karena itu mereka menuntut permintaan maaf kepada Xanana dan keluarga Wiji Tukul. Melalu Path akun Ndorokakung sudah meminta maaf.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - NASIONAL

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 11

Kabar Baru Jam 10

Kabar Baru Jam 8

Kabar Baru Jam 7

Tuberkulosis (TB) pada Anak